Tahun 2019 Beda Pilihan Politik, Warga Muhammadiyah Harus Tetap Miliki “Sense of Belonging”

YOGYAKARTA- Masuki tahun baru 2019 Masehi yang juga bertepatan dengan tahun politik, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad berpesan kepada seluruh warga bangsa, khususnya warga Muhammadiyah agar memiliki “sense of belonging” terhadap persyariakatan.

Dadang berpesan agar warga Muhammadiyah memahami prinsip, kepribadian, dan khittah Muhammadiyah agar tidak terbawa arus politik praktis, apalagi yang menyebarkan benih konflik. Demokrasi di Tubuh Muhammadiyah sudah dewasa, karenanya meskipun beda pilihan politik, Warga Muhammadiyah tidak boleh menegasikan peran kebangsaan Muhammadiyah.

“Anggota dan kader Muhammadiyah harus menunjukkan rasa memiliki Muhammadiyah, jangan karena politik malah menegatifkan Muhammadiyah,” tutur Dadang.

Dadang juga mengimbau, warga Muhammadiyah untuk semakin cerdas, dewasa, bijak, dan beretika mulia dalam bermedia sosial di tahun politik ini.

“Walaupun pilihan politik berbeda, tidak menebar pertentangan dan permusuhan satu sama lain di media sosial,” tutur Dadang ketika dihubungi pada Senin 31 Desember 2018.

Dadang juga menyampaikan agar warga Muhammadiyah yang aktif mendukung salah satu capres dan cawapres pada 2019, tidak mempertentangkan umat Islam dengan Muhammadiyah, apalagi menimbulkan kesan seolah Muhammadiyah menyempal dari perjuangan Islam.

“Warga Muhammadiyah jangan mempertentangkan Islam dan perjuangan umat Islam dengan Muhammadiyah, apalagi menimbulkan kesan seolah Muhammadiyah menyempal dari perjuangan Islam.” pungkasnya.