3 Hal yang Harus Warga Muhammadiyah Lakukan Saat Menggunakan Medsos

Memang setiap hal pasti memiliki dampak positif dan dampak negatif yang keduanya seperti dua sisi mata uang yang keduanya tidak dapat dipisahkan. Akan tetapi, kita sebagai warga Muhammadiyah yang berkemajuan, tentunya bisa memilih sesuatu hal dengan pertimbangan kebermanfaatan yang lebih tinggi daripada memilih sesuatu dengan tingkat bahaya yang tinggi.

Dalam hal ini, kita harus bijak menggunakan media sosial agar bisa merasakan manfaat yang besar dan meminimalisir dampak buruk yang akan terjadi. Khusus untuk penggunaan media sosial pada perempuan, maka perlu kejelian dalam mencari teman, supaya tidak mudah ditipu orang tidak bertanggungjawab.

Mari menjadikan kehadiran Sosial Media ebagai jalan untuk membuat kehidupan kita lebih mudah, indaah, dan berkah.

Agar aktivitas menggunakan media sosial berkah dan berfaedah, mari kita pergunakan media sosial secara bijak, jangan sampai kita terjerumus ke hal-hal negatif. Kita haarus lebih cerdas dan lebih memperkuat iman, supaya sesuatu yang buruk tidak terjadi kepada kita.

Sebab, seiring meningkatnya jumlah pengguna media sosial di Indonesia, semakin banyak pula hal-hal yang membuat kita resah, gelisah dan jiwa dirundung rasa khawatir. Kita pun menjadi tidak tenang. Ingat, dalam beberapa kasus kekerasan melalui akun media sosial, bahwa wanita banyak menjadi objek.

Berikut ini beberapa larangan yang harus dihindari ketika menggunakan media sosial.

Pertama, jangan mudah membagikan status yang menceritakan aib orang lain

Bagi warga Muhammadiyah yang berpikiran maju dan modern, harus pandai menjaga rahasia orang lain; dengan begitu orang di sekitar pun akan selalu menghargai kita. Sebab, relasi yang berlandaskan Islam, ialah relasi yang saling menutupi kesalahan orang lain sesama muslim. Mengapa menulis status tentang keburukan orang lain dilarang? Karena dengan menulis status tersebut, akan menyebabkan terkoyak-koyaknya relasi sosial, sehingga memantik permusuhan dan ujaran kebencian.

Kedua, upayakan juga tidak pamer kekayaan di media sosial

Memamerkan kekayaan dapat mengundang peerbuatan kriminal dari seseorang. Selain itu, sebagai seorang warga Muhammadiyah kita tidak boleh berbuat riya di mana pun juga tempatnya. Jadi, untuk hal pamer-pameran di media sosial, ada baiknya kita meluruskan niat terlebih dahulu, apakah unggahan tersebut kita lakukan dalam rangka mensyukuri karunia-Nya ataupun karena menginginkan pujian orang lain atas apa yang kita miliki.

Ketiga, jangan pernah membagikan status berisi keluhan dan putus asa

Kuatkanlah jiwa kita saat persoalan hidup mendera, masalah mengerangkeng batin, dan sejuta kekecewaan menghampiri. Ketika kita sedang berhadapan dengan masalah, jangan mudah mengumbarnya dan mencurahkannya di media sosial.

Ingat, media sosial adalah sarana yang bisa diakses banyak orang, sehingga bukanlah pilihan yang bijak untuk mencurahkan keluh kesah menghadapi masalah pribadi di media ini. Kalau pun sudah tak tahan ingin mengeluh, tarik napas dalam-dalam, baca istighfar; jika tak tahan juga, tuliskanlah keluhan kita dalam secarik kertas. Jika kita bisa menahan diri untuk tidak mengupdate status keluhan tentang masalah pribadi, hal itu lebih baik.

Yuk, jadikanlah media sosial sebagai ladang dakwah kita dengan update status yang menginspirasi pengguna lain, sehingga status di media sosial akan mendapatkan balasan berupa kebaikan dari Allah di akhirat nanti.