Abdul Mu’ti: Masyarakat Harus Selalu Rukun, Saling Membina dan Menghormati Perbedaan Politik

JAKARTA – Sekertaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti turut prihatin atas pemindahan dua makam di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo yang dipicu perbedaan pilihan politik. Terlebih dua pihak yang berpolemik masih punya ikatan keluarga dan menganut agama yang sama.

Mu’ti menyarankan seharusnya penyelesaian masalah tersebut dimediasi melalui para tokoh masyarakat sehingga tidak terjadi konflik berkepanjangan. Abdul Mu’ti juga berharap peristiwa serupa tak terjadi lagi. Dia member saran agar sebaiknya masyarakat memakamkan orang yang meninggal dunia ditempat pemakaman umum (TPU).

BACA JUGA:   Persaingan Ekonomi Pariwisata di Era Industri 4.0 Bakal Semakin Ketat

“Di masa depan agar tidak terjadi hal serupa lagi, diimbau kepada masyarakat untuk memakamkan kaum Muslimin di Tempat Pemakaman Umum (TPU,” kata Mu’ti melalui keterangan tertulis, pada Minggu, 13 Januari 2019.

Mu’ti mengingatkan agar masyarakat saling membina kerukunan dan saling menghormati perbedaan pilihan politik.

“Berpolitik adalah sarana untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih baik kea rah tujuan nasional yaitu terwujudnya masyakarat yang adil dan makmur,”terangnya.

BACA JUGA:   Wow, Gerak Mu'allimin Bangun Kemandirian Ekonomi Unggul

Seperti sebelumnya diberitakan, pembongkaran dua makam itu terjadi hanya karena perbedaan dukungan politik pada keluarganya dalam Pemilu Legislatif 2019. Akibatnya, dua kuburan di desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Sabtu 12 Januari 2019 di pindahkan lokasinya.