Baitul Mal, Inovasi Kebijakan Ekonomi Nabi Muhammad Saw

Ketika Nabi Muhammad Saw diangkat menjadi Rasulullah saat itu dapat disebut sebagai awal mula berjalannya ekonomi Islam. Saat itu Rasulullah mengeluarkan kebijakan tentang muamalah, salah satu masalah umat yang penting dan harus diperhatikan.

Pada masa Rasulullah, perkembangan perekonomian Islam belum begitu besar karena sumber-sumber pendapatan waktu itu masih terbatas. Ketika Rasulullah mendapatkan perintah dari Allah Swt untuk melaksanakan hijrah ke Madinah, saat itulah dimulai kebangkitan Islam. Madinah yang merupakan kota yang baru terbentuk dengan kemampuan masyarakatnya yang terbatas.

Maka dari itu, Rasulullah melakukan langkah yang luar biasa dan spektakuler pada saat itu, sehingga Islam menjadi berkembang pesat dan signifikan. Langkah-langkah dalam hal muamalah yang diambil Rasulullah adalah:

  1. Membangun masjid sebagai pusat pengembangan keislaman
  2. Menyatukan ikatan kekeluargaan antara kaum Muhajirin dan Anshar
  3. Mendirikan pasar di Madinah
  4. Mengeluarkan hak dan kewajiban sebagai warga Negara
  5. Membuat kebijakan Negara dalam hal pertahanan Negara dan dasar-dasar keuangan Negara

Rasulullah Saw merupakan pemikir pertama dalam perekonomian Islam. Sesuai dengan perintah Allah, beliau membuat sistem ekonomi yang diterapkan berdasarkan Qur’an, yang mana merupakan sumber utama ajaran Islam karena di dalamnya terkandung semua aspek kehidupan termasuk perihal muamalah.

Hal-hal yang berkaitan dengan muamalah yang dijelaskan dalam Al-Qur’an adalah:

  1. Allah merupakan penguasa tertinggi sekaligus pemilik seluruh alam semesta (Q.S. Al-A’raf [7]: 10)
  2. Tidak boleh menimbun harta kekayaan, karena harta harus berputar (QS. Al-Humazah [104]: 1-3)
  3. Segala sesuatu yang berhubungan dengan riba harus dimusnahkan (QS. Al-Baqarah [2]: 275)
  4. Membudayakan sedekah bagi yang membutuhkan

Rasulullah merupakan kepala pemerintahan pertama yang memperkenalkan konsep baru dalam bidang keuangan yaitu semua semua hasil penghimpunan kekayaan Negara harus dikumpulkan terlebih dahulu dan kemudian dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan Negara. Lembaga tersebut dinamai dengan Baitul mal yang saat itu tempatnya di masjid Nabawi.

Dana yang terkumpul di Baitul Mal digunakan untuk penyebaran Islam, pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, pengembangan armada perang dan penyediaan layanan sosial.

Dari uraian di atas, dapat kita ketahui bagaimana prinsip ekonomi Rasulullah yaitu berdasarkan aturan Al-Quran. Dan bagaimana cara membangun kepercayaan antar individu yaitu dengan menyatukan ikatan kekeluargaan seperti hal halnya antara kaum Muhajirin dan Anshar dan juga memberikan pengertian dengan menghapuskan sistem riba dan menganjurkan jual beli.

Penulis: Ganjar Santika, PCM Malangbong.