Dengan Wakaf, Pahala Mengalir Tiada Akhir

Wakaf merupakan salah satu bentuk ibadah yang pahalanya mengalir hingga hari akhir, meskipun orangnya telah tutup usia. Inilah keistimewaan dari kegiatan wakaf. Menurut para ulama, wakaf yaitu memberikan harta yang dimiliki untuk dikelola dan hasilnya digunakan untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.

Rasulullah Saw., bersabda, “Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim).

Imam Nawawi menjelaskan, yang dimaksud dengan shadaqah jariyah adalah wakaf.

Lalu apa bedanya wakaf dengan zakat dan infak? Dana zakat atau infak, seluruhnya disalurkan kepada orang yang berhak (mustahiq). Sementara harta benda wakaf harus tetap utuh, inilah yang menyebabkan pahala wakaf terus mengalir, meskipun orang yang berwakafnya sudah tiada.

Asal Usul Wakaf

Wakaf disyariatkan pada tahun ke 2 hijriyah. Sahabat Umar ibn Khattab, suatu ketika pernah berkata kepada Muhammad Saw., ”Saya mempunyai seratus saham tanah di khaibar, saya belum pernah  mendapat harta  yang paling saya kagumi seperti itu.Tetapi saya ingin menyedekahkannya.”

BACA JUGA:   Kader Muhammadiyah Milenial Harus Tahu Apa Itu Teknologi

Lalu, nabi Muhammad Saw., menjawab, “Tahanlah (artinya jangan jual, hibahkan, dan wariskan) asalnya (asetnya), lalu sedekahkan buahnya (hasil pengelolaannya).”

Makna kalimat “tahan lalu sedekahkan” pada hadits tersebut adalah wakaf.

Berdasarkan hadits tersebut, wakaf bukan berarti mendiamkan benda yang diwakafkan, tapi harus dikelola secara produktif, lalu hasilnya disedekahkan untuk kepentingan masyarakat.

Dalam sejarah peradaban Islam, wakaf banyak digunakan untuk amal sosial atau kepentingan umum, sebagaimana dilakukan oleh Umar Ibn Khathab. Beliau memberikan hasil kebunnya kepada faqir miskin, ibnu sabil, sabililah, para tamu, dan hamba sahaya (budak) yang sedang berusaha menebus dirinya. Wakaf ini ditujukan kepada umum, dengan tidak membatasi penggunaannya, yang mencakup semua aspek untuk kepentingan dan kesejahteraan umat manusia pada umumnya.

Kepentingan itu kini bisa berupa jaminan sosial, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Hal tersebut merupakan salah satu dari bentuk-bentuk penggunaan wakaf dalam membelanjakan dan memanfaatkan harta di jalan Allah melalui pintu wakaf. Dengan demikian, dilihat dari segi manfaat pengelolaannya, wakaf sangat berjasa besar dalam membangun berbagai sarana untuk kepentingan umum demi kesejahteraan umat.

BACA JUGA:   Soal Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw?

Pahala Tiada Akhir

Kemudian dari segi keutamaannya, syaikh Abdullah Ali Bassam berkata, wakaf adalah sedekah yang paling mulia. Allah Swt menganjurkannya dan menjanjikan pahala yang sangat besar bagi yang berwakaf, karena sedekah berupa wakaf tetap terus mengalirkan kebaikannya.

Adapun keutamaan wakaf bisa dilihat dari dua sisi yang berbeda. Bagi penerima hasil (mauquf alaih), wakaf akan menebarkan kebaikan kepada pihak yang memperoleh hasil wakaf dan orang yang membutuhkan bantuan, seperti faqir miskin, anak yatim, korban bencana, orang yang tidak punya usaha dan pekerjaan, dan orang yang berjihad di jalan Allah.

Wakaf juga memberi manfaat besar untuk kemajuan ilmu pengetahuan, seperti bantuan bagi para pengajar dan penuntut ilmu, serta berbagai pelayanan kemaslahatan yang lain secara berkesinambungan.

BACA JUGA:   Tanamkan Jiwa Kewirausahaan, SMAM 1 Tasikmalaya “Maju Bersama, Hebat Bersama”

Sementara itu, bagi pewakaf (wakif), wakaf merupakan amal kebaikan yang tak akan ada habisnya pahala yang mengalir bagi orang yang berwakaf. Oleh karenanya, barang yang diwakafkan itu tetap utuh sampai kapanpun. Disamping utuh barang tersebut juga dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum.

Dengan begitu, pahala yang dihasilkan terus mengalir kepada wakif, meskipun ia sudah meninggal  dunia. Hal inilah yang membedakan keutamaan wakaf dibanding dengan ibadah lainnya yang sejenis, seperti zakat dan infak.

Beberapa penjelasan tersebut menunjukan, bahwa melaksanakan wakaf bagi seorang muslim atau warga Muhammadiyah merupakan realisasi ibadah kepada Allah melalui harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan umum.

Jadi wakaf adalah jenis ibadah yang istimewa dan utama bagi orang yang beriman dan beramal shaeh. Hanya dengan memberikan harta untuk wakaf, manfaat dan hasilnya dapat terus berlipat tanpa henti.

Penulis: Iwan Setiawan, Majelis Tabligh Dan Dakwah Khusus PCM Pameungpeuk.

 

Redaksi
MuhammadiyahGoodNews.id adalah media yang memuat kabar baik dari persyarikatan Muhammadiyah. Media ini juga menghadirkan artikel yang mencerahkan, berkemajuan, dan berperadaban.