Oleh Dwi Wulandari
Kakak Cerdas asal Medan, Sumatera Utara
Mengabdi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Pendidikan adalah salah satu hak dasar manusia. Hal tersebut tercantum dalam pasal 31 UUD 1945 yang berisi “Setiap warga negara berhak mendapatkan Pendidikan. Melalui pendidikan, nasib suatu bangsa bisa diubah. Namun belum semua warga negara di Republik Indonesia ini bisa merasakan pendidikan itu sendiri. Padahal pendidikan itu merupakan salah satu barometer kemajuan suatu negara.

Fenomena ini terjadi di Kabupaten Cianjur, salah satu kabupaten yang ada di Jawa Barat. Kabupaten Cianjur mempunyai mempunyai wilayah yang luas serta menyimpan banyak potensi yang dimiliki seperti potensi sumber daya manusia dan potensi alamnya. Namun, kenyataannya potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal.  Data statistik IPM (Indeks Pembangunan Manusia) menunjukkan bahwa Kabupaten Cianjur menempati peringkat ke 27 dari 27 kabupaten yang ada di Jawa Barat. Data tersebut menunjukkan bahwa masih rendahnya kesadaran masyarakatnya tentang pendidikan dan kesehatan. Selain itu Ikhtisar data dinas pendidikan Cianjur tahun 2015 menunjukkan fakta bahwa 10,38% penduduk Kabupaten Cianjur hanya memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar.

Melihat keadaan ini membuat salah satu pemuda Cianjur yang bernama Gardian Muhammad berinisiatif untuk melakukan sesuatu untuk daerahnya. Gardian merupakan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Cianjur. Selain itu Gardian juga merupakan merupakan Ketua Forum Anak Cianjur. Beberapa waktu yang lalu ia berkesempatan mengikuti kegiatan MUN (Model United Nation) di New York. Bertemu dengan banyak pemuda inspiratif dari seluruh dunia, berdiskusi dan bertukar pikiran dengan mereka membuat Gardian berpikir untuk membuat sesuatu untuk daerahnya sendiri. Mengambil prinsip “start with complain, but create something”  Gardian bersama dengan Rudy Reynal dan Arda Novrizal yang juga merupakan anggota Forum Anak Cianjur menggagas sebuah gerakan yang diberi nama Gerakan Mengajar Desa. Gardian beserta kedua temannya berharap gerakan ini bisa menjadi solusi untuk pendidikan di Cianjur menjadi lebih baik.

BACA JUGA:   Akar Bencana di Indonesia ialah Perusakan Manusia Terhadap Lingkungan

Melalui Gerakan Mengajar Desa Gardian dan kedua temannya berhasil mengajak para pemuda yang lain sebagai relawan untuk turut serta dalam upaya mewujudkan Cianjur yang lebih baik terutama dalam bidang pendidikan. Hal ini terlihat dari antusisme mereka yang ingin bergabung dalam kegiatan ini dan juga semangat mereka dalam menjalankan misi di lapangan walaupun terkadang medan yang harus ditempuh cukup sulit seperti jauhnya lokasi desa ataupun akses jalan yang belum baik.

BACA JUGA:   Kunut Muhammadiyah Kota Bandung, Bukan Qunut dalam Shalat, Tapi...

Tentang Gerakan Mengajar Desa

Gerakan Mengajar Desa ini merupakan kegiatan sosial anak-anak muda Cianjur yang peduli dengan pendidikan di Cianjur. Konsep kegiatan ini adalah berbagi inspirasi, berdiskusi dengan tujuan akhirnya agar seluruh anak-anak di Cianjur dapat merasakan manisnya pendidikan.  Sasaran kegiatan Gerakan Mengajar Desa adalah daerah-daerah di Cianjur yang belum tersentuh pendidikan secara maksimal.

Sasaran kegiatan ini 100 desa di Cianjur dalam waktu 3 bulan yang dimulai sejak September 2018 kemarin. Agar bisa berjalan maksimal Gardian dan teman-temannya melakukan kolaborasi dengan Forum Anak Cianjur sebagai mitra kegiatan Gerakan Mengajar Desa. Selain itu mereka juga membuka kesempatan kepada para anak muda Cianjur lainnya untuk turut berkontribusi di kegiatan ini dengan menjadi pengajar muda.

Saat ini Gerakan Mengajar Desa mempunyai 150 relawan atau biasa disebut juga pengajar muda. Para pengajar muda dibagi kedalam 20 tim. Pengajar muda ini terdiri dari anak-anak muda Cianjur yang 15-21 tahun yang memiliki komitmen, tanggung jawab serta kepedulian terhadap masalah pendidikan di Cianjur. Semangat tim pengajar ini patut untuk diapresiasi, walaupun akses menuju desa yang ditempuh terkadang tergolong sulit tidak membuat para pengajar muda ini patah semangat, justru hal inilah yang memotivasi mereka untuk maksimal dalam menjalankan misi kegiatan Gerakan Mengajar Desa.

BACA JUGA:   Muhammadiyah & Asia University Gagas Kerjasama Perdamaian dan Kemanusiaan

Sampai saat ini kegiatan Gerakan Mengajar Desa sudah menyentuh 70 desa yang ada di Cianjur dari target 100 desa. Pencapaian ini bukan hanya karena satu pihak saja tetapi karena kerja sama dan semangat dari seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Setelah tercapai target rencananya diakhir nanti akan ada audiensi dengan pihak pemerintah Cianjur.

Didalam audiensi dengan pihak pemerintah Cianjur nantinya akan dipaparkan tentang bagaimana kondisi di lapangan terutama kondisi pendidikan di Cianjur, penyampaian harapan-harapan anak-anak Cianjur tentang kondisi pendidikan yang diinginkan. Diharapkan melalui audiensi ini dapat menggugah pemerintah Cianjur untuk dapat memperbaiki mutu pendidikan yang ada di Cianjur seperti akses pendidikan, fasilitas pendidikan, serta kualitas guru yang semakin baik, sehingga dapat diwujudkannya salah satu hak anak-anak Cianjur yaitu mendapatkan wajib belajar 12 tahun bagi seluruh anak Cianjur tanpa terkecuali  yang akhirnya seluruh anak di Cianjur dapat merasakan manisnya pendidikan. (Syahrul/Ayi)