Iman dan Modernitas Bagi Warga Muhammadiyah Milenial

Kita sepertinya sudah nggak terlalu asing lagi ya dengan kosakata “Milenial”, walaupun bisa jadi kita belum benar-benar paham artinya, tapi kosakata ini sering sekali jadi bahan perbincangan kita. Sebetulnya, Generasi Milenial itu sebutan lain dari generasi ‘Y’. Yaitu kelompok manusia yang lahir di kisaran tahun 1980 hingga 1997. Karena orang-orang yang lahir di masa ini adalah satu-satunya generasi yang mengalami tahun milenium kedua. Penamaan ‘Generasi Milenial’ ini pertama kali digunakan oleh seorang sosiolog bernama Karl Mannheim pada tahun 1923 silam.

Jadi sangat besar kemungkinan warga Muhammadiyah zaman now ada di rentang generasi ini ya. Mannheim dalam essainya yang berjudul “The Problem of Generation” mengajukan satu teori tentang generasi. Menurutnya, manusia-manusia di dunia ini akan saling mempengaruhi dan juga membentuk karakter yang sama, karena mereka melewati masa atau zaman yang sama.

Misalnya, dahulu orang-orang di masa perjuangan kemerdekaan dan generasi setelah kemedekaan pasti memiliki perbedaan karakter, namun demikian keduanya saling mempengaruhi. Maka dari itu, para sosiolog bersepakat dalam memetakan generasi-geneasi manusia. Di antaranya seperti:

Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z.

Jenis-jenis generasi tersebut umumnya dibagi berdasarkan rentang tahun kelahiran, dan beberapa ahli menentukan angka kelahiran ini dengan bermacam-macam, namun perbedaannya tidak terlalu jauh.

Misalnya, generasi Z (yang merupakan generasi yang lahir setelah generasi milenial) oleh Tim Agen Pemasaran Sparks and Honey ditentukan sebagai manusia yang lahir dari tahun 1995 sampai 2014. Sedangkan Badan Statistik Kanada menyebutkan generasi Z ialah yang lahir dari tahun 1993 sampai 2011. Menurut McCrindle Research Centre asal Australia ialah yang lahir dari 1995 sampai 2009.

Nah hari ini, bila kita tentukan bahwa generasi Z ialah kelahiran 1993 sampai 2014, maka orang-orang yang paling tua di generasi Z pada tahun 2018 adalah 25 tahun, sudah mulai beranjak dewasa dan sudah berstatus sebagai kaum milenial baru, serta masih besar dipengaruhi oleh generasi sebelumnya.

Upgrade Iman biar Kekinian

Nah, bagi warga Muhammadiyah milenial, seiring berkembangnya zaman, kita tentu harus tetap menjaga agar iman tetap bersemanyam dalam hati. Di zaman modern ini selain menghadirkan kemajuan, ternyata juga memunculkan banyak godaan yang dapat mengganggu keimanan kita kepada Allah, yang mana godaan ini bisa jadi tidak dijumpai oleh generasi-generasi sebelum kita karena kita memang hidup dalam zaman yang berbeda.

Karena zaman dan generasi yang telah berganti, apalagi untuk generasi zaman now, tentu tantangan dan tuntutan juga telah berubah menjadi bentuknya yang baru. Maka tentnunya kita perlu meng-upgrade iman, supaya dapat tetap merawat iman selalu bertumbuh kembang ke arah yang berkualitas.

Kita patut berbahagia bahwa Islam sebagai risalah yang Allah turunkan ialah agama yang sempurna, seperti firman Allah: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3).

Maka patut kita selalu menyakini bahwa betapapun zaman dan generasi silih berganti, seberat apapun tuntutan hidup, dengan berbekal iman, kita akan tetap menjumpai ketentraman, ketenangan hati dan kasih sayang dari Allah.

Dalam rangka meng-upgrade iman ada beberapa tips nih yang patut dicoba oleh warga Muhammadiyah milenial supaya tetap kekinian:

  1. Senantiasa Mengingat Allah

Hadirkanlah selalu Allah dalam ingatan dan hati kita, karena di zaman ini segala sesuatu berlangsung dengan amat cepat dan terkadang tanpa kita duga-duga, termasuk hal-hal negatif. Dengan selalu menghadirkan Allah dalam diri, maka dapat menjadi tameng dan memfilter segala tantangan zaman sekarang.

  1. Jadilah Sahabat bagi Anak-anak

Sebagai orang tua, kita harus memahami bahwa anak kita hidup dalam generasi yang berbeda, karakter generasi z misalnya, mereka berpikiran terbuka, oleh karenanya untuk dapat menyampaikan pesan kepadanya, diperlukan banyak ruang diskusi. Hadirkanlah sosok orangtua, sekaligus sahabat baginya. Pola-pola menekan dan menggunakan otoritas orangtua untuk menentukan arah gerak anak sudah tidak dapat diterapkan di generasi ini, jangan gunakan paksaan, penekanan, bahkan kekerasan untuk menjadikan anak sesuai dengan keinginan orangtua.

  1. Jadilah orang yang Kekinian

Karena Islam dapat terus sesuai di zaman apapun dan di tempat manapun, maka kita sebagai pemeluknya jangan sampai merasa enggan untuk berbaur dengan perubahan zaman. Perkembangan zaman tentu tidak sepenuhnya membahwa kemaslahatan, namun justru itulah agama patut hadir dalam perubahan zaman, sehingga kita sebagai pemeluknya dapat terhindar dari segala kemungkinan buruk yang ada.

Islam tidak melawan adanya perkembangan zaman, oleh karenanya kita sebagai aktivis Muhammadiyhah, anggota maupun simpatisan, khususnya emak-emak sudah semestinya up to date dalam mengikuti perubahan zaman yang ada. Supaya kita sebagai istri dan sebagai ibu dapat beradaptasi dengan kondisi dunia hari ini.

Ali bin Abi Thalib pernah berpesan:

“Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian.”

Itulah kenapa menjadi penting bagi para orang tua agar tetap mengikuti perkembangan zaman, karena boleh jadi keahlian atau pola berpikir yang kita dapatkan di masa lalu sudah tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang.

Alhamdulillah, kita adalah generasi Muhammadiyah yang hidup dalam kemajuan teknologi. Tentunya ini kabar gembira, karena dengan teknologi segala persoalan hidup dapat menemukan solusi dengan lebih mudah dan cepat. Manfaatkan teknologi yang berkembang untuk menguatkan iman, menata akhlak, dan menciptakan peradaban yang berkemajuan. Sebab, Muhammadiyah merupakan ormas Islam Berkemajuan.

Betul tidak?