Bully merupakan segala perilaku menyakiti orang lain, baik secara fisik ataupun verbal. Banyak faktor yang mengakibatkan perlakuan Bully terjadi. Salah satu faktonya adalah karena adanya yang kuat dan yang lemah. Pelaku Bully pasti pada yang kuat.

Data survey dari 300 orang, 226 orang pernah menjadi korban Bully. Hal ini membuktikan bahwa perilaku Bully sudah menjadi budaya di lingkungan kita dan diturunkan atau diwariskan dari generasi ke generasi dengan cara tidak sadar.

Siapa sih yang menjadi para aktor Perilaku Bully. Yang pertama adalah Pelaku, pelaku adalah aktor utama yang melakukan perilaku bully karena merasa kuat dan adanya peluang. Yang Kedua adalah Korban. Biasanya korban Bully adalah yang lemah. Yang ketiga adalah Suporter, mereka adalah para penikmat perilaku Bully.

BACA JUGA:   Wow, Gerak Mu'allimin Bangun Kemandirian Ekonomi Unggul

Seseorang yang pernah menjadi korban Bully biasanya tidak akan lupa sampai kapanpun. Akan ingat selalu perilaku Bully yang pernah dialaminya walapun ketika SD. Bahkan ada yang balas dendam ketika sudah dewasa ataupun sudah tua.

Ciri – ciri Pembuly biasanya:

  1. Mempunyai kekuatan fisik, status sosial dan jaringan pertemanan.
  2. Mereka biasanya orang yang tidak bahagia, jadi mencari kebahagiaan dengan cara membully.
  3. Kemungkinan di rumahnya kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian sehingga menjadi perhatian sebagai penindas.
  4. Mungkin mereka dulunya korban sehingga menjadi pelaku sebagai pelampiasan.
  5. Mungkin mereka orang yang tidak cerdas secara emosiona, walaupun mereka cerdas secara intelektual tapi mereka tidak cerdas secara emosional. Karena orang yang cerdas tidak akan menindas orang lain.
BACA JUGA:   Hebat, SMP Muhammadiyah Kottabarat Juara Robotic Competition 2018

Banyak sekali kesalahan – kesalahan persepsi tentang Bully yang kita pahami misalnya: Bully itu Wajar namanya anak anak SD – SMP, Ga ada cara untuk menghilangkan bully, dan Bully itu wajar agar mental kuat.

Apapun alasanya, perbuatan Bully tetap tidak diperbolehkan. Di bawah ini ada 6 cara dalam menangkal perilaku Bully di lingkungan kita:

  1. Kenali Resikonya, 84 % Anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah ( fisik, emosional, seksual, dan bentuk lainya) plan 2015.
  2. Kenali Bentuknya, perbuatan Bully biasanya berbentuk Verbal Bulying, Mental Bulting, Cyber Bulying dan Psyical.Bulying.
  3. Tutup Peluangnya. Tutup rapat – rapat kemungkinan – kemungkinan perilku Bully bisa terjadi, misalnya dengan mwnghilangkan spot blank di sekolah.
  4. Tangani Kasusnya. Berikan perlakuan khusus terhadap kasus Bully dan angkat menjadi kasus yang khusus.
  5. Berdayakan Aktornya dan ambil hikmahnya dari setiap kejadian.
BACA JUGA:   Tanamkan Jiwa Kewirausahaan, SMAM 1 Tasikmalaya “Maju Bersama, Hebat Bersama”

Semoga kita bisa menjadi pemutus rantai perilaku Bully di dunia ini dan menjadikan semua tempat ramah bagi setiap anak.