Jadi Kader Muhammadiyah Milenial? Kuasailah Teknologi

Terlebih dahulu, untuk jadi kader Muhammadiyah milenial, kita kudu ingat kuncinya. Begini kuncinya, ya, “Jika Kamu tidak mau dikatakan sebagai orang yang ketinggalan zaman, atau bukan termasuk ke dalam golongan manusia pekerja dan pemikir keras; maka kuasailah teknologi”.

Kita tentu tidak mau, atau mungkin malah sakit hati, bila sahabatmu mengejek dengan kalimat “kamu mah ketinggalan zaman” karena gagap teknologi, atau lebih akrab dengan kata “gaptek”. Mungkin juga sebagian darimu bertanya-tanya, apa hubungannya antara teknologi dengan bekerja dan berpikir keras? Bukankah teknologi malah mendorong manusia menjadi malas bekerja dan berpikir?

Karena organisasi Muhammadiyah sebagai organisasi Islam berfaham maju, tentunya untuk jadi kader sejati, kita harus menguasai teknologi. Tetapi, kehadiran teknologi akan menciptakan dua kemungkinan dalam hidupmu: menjadi pekerja keras atau menjadi pemalas. Sebagai kader Muhammadiyah milenial, kamu juga tahu alasan kenapa kehidupan masyarakat Barat lebih maju ketimbang kehidupan masyarakat Timur.

Itu berkat daripada mereka mampu menguasai teknologi. Karenanya, dalam menjalankan roda peradaban mereka tidak pernah malas-malasan. Pembeda maju atau tidaknya masyarakat Barat dan Timur ialah teknologi.

Kenapa teknologi?

  • Karena, masyarakat Barat ingin hidup maju di tengah kondisi geografis tempat tinggal mereka yang kurang menguntungkan.
  • Wilayah Eropa, misalnya, keadaan geografisnya didominasi oleh areal pegunungan tinggi yang diselimuti oleh salju, karena Eropa termasuk ke dalam wilayah subtropis.
  • Memang, di Eropa juga ada lahan pertanian, tapi hanya ada di sekitar lembah-lembah sungai, itu pun cuma dapat ditanami dengan vegetasi-vegetasi tertentu.
  • Kondisi geografis yang kurang menguntungkan, kemudian mendorong sebagian dari penghuni Benua Eropa untuk berpikir keras, sampai terciptalah berbagai teknologi canggih.
  • Nah, mereka kuasai teknologi itu dengan sebaik-baiknya, lalu menggunakannya untuk mengolah kekayaan alam, dengan berbagai keterbatasannya.
BACA JUGA:   Kasih Sayang Allah Mendahului Murka-Nya

Bagaimana hasilnya? Tentu Kamu juga tahu, kehidupan masyarakat Barat telah mengalami kemajuan cukup pesat, jauh jika dibandingkan dengan kehidupan masyarakat Timur. Mereka, bangsa Barat, memang tidak unggul dalam hal pertanian, tetapi mereka mampu menarik rempah-rempah terbaik dari bangsa Timur, berkat teknologi canggih yang mereka miliki.

Masyarakat Indonesia saja, contohnya, tiga setengah abad lamanya tidak leluasa menikmati hasil tanamnya, karena tidak mampu mengimbangi, apalagi melawan teknologi yang dikuasai oleh penjajah dari Belanda.

Oke, lupakan saja luka lama yang sudah menjadi nestapa itu. Mari sekarang menikmati masa-masa kemerdekaan, masa-masa yang menjadi dambaan setiap manusia, baik bangsa Barat maupun bangsa Timur.

Ketehuilah, sesungguhnya, jika sadar, maka masyarakat Timur, seperti Kamu, jauh berpotensi meraih tingkat kehidupan yang lebih maju, ketimbang masyarakat Barat. Tengok saja kekayaan alam di Benua Asia; baik di Asia Timur, Asia Selatan, maupun di Asia Tenggara yang berlimpah dengan kekayaan alamnya.

Di Indonesia, misalnya, kekayaan alam apa sih yang kurang? Lautan dan daratan Indonesia tidak kurang oleh kekayaan, baik kekayaan dalam bentuk mineral maupun kekayaan dalam bentuk hayati.

Hanya saja, mayoritas masyarakat yang lemah dalam penguasaan teknologi menjadi faktor penyebab keterpurukan kondisi ekonomi Indonesia, termasuk kondisi ekonomi Kamu yang selalu kembang-kempis itu.

Bayangkan, bahan bakar minyak (BBM) saja, Indonesia harus membeli dari negara lain, belum lagi harganya yang tidak stabil mendorong bahan-bahan  baku lainnya selalu ikut melambung tinggi. Padahal, Indonesia, kan,  tidak kekurangan oleh lahan yang di dalamnya memendam minyak bumi?!

BACA JUGA:   Virtualitas Dakwah Berbasis Komunitas

Sekali lagi, permasalahannya adalah.., teknologi! Indonesia belum melek dalam menguasai teknologi pengolah bahan mentah ke bahan siap pakai. Karena itu, mulailah sejak sekarang Kamu menjadi manusia yang sadar, melek, dan menguasai teknologi.

Tentu, yang Kamu kuasai tidak selalu teknologi pengolah minyak mentah menjadi minyak siap pakai. Kuasailah teknologi apa saja yang mampu mendorong kemajuan hidup Kamu.

Tapi ingat…

  • Menguasai teknologi tidak semudah membalikkan telapak tangan.
  • Menguasai teknilogi memerlukan keuletan, konsistensi, dan bekerja keras.
  • Untuk menguasai teknologi, Kamu harus mulai terbiasa akrab dengan alatnya.
  • Kemudian Kamu mesti belajar mengenal komponen-komponen dan fungsi teknologi.
  • Pada akhirnya, Kamu harus mulai membiasakan diri untuk konsisten mengoprasikan teknologi itu sendiri.

Di abad ini, dari sekian banyak teknologi yang perlu dikuasai, teknologi digital adalah satu hal yang paling penting Kamu kuasai.

Kenapa?

  • Ketika mengenalkan produknya yang bernama Microsoft, Bill Gates mengatakan bahwa sejak saat itu juga penghuni dunia mulai memasuki masa digital lifestyle (gaya hidup serba digital). Buktinya, sekarang, beberapa benda sudah berhubungan dengan dunia digital, seperti e-Book dan e-KTP. Begitu dengan aktivitas transaksi yang sudah lebih mudah dengan menggunakan mesin komputer, seperti ATM dan e-Banking, sehingga harta Kamu lebih aman karena ke mana-mana tidak mesti membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak. Dengan memanfaatkan fasilitas teknologi digital yang canggih itu, tentunya Kamu juga dapat melakukan sesuatu yang lebih produktif dengan waktu yang efisien.
  • Manusia yang sudah kadung “terjerumus” ke masa digital lifestyle akan selalu terjebak pada jurang internet of things—cara berpikir yang ketergantungan pada sumber-sumber yang tersedia di internet.
  • Di satu sisi internet of things dapat mengubah cara hidup Kamu ke arah yang lebih mudah, seperti dapat membangun silaturahim lebih intim dengan sahabat dan keluarga yang terpaut oleh jarak yang jauh tanpa harus ketemu dulu, atau Kamu juga tidak perlu ruangan luas dengan penuh rak untuk mengoleksi buku dan kaset lagu.
  • Di sisi lain, internet of things juga dapat menjebak Kamu yang baru pada tahap ikut-ikutan bergelut dengan dunia digital—karena mau ikut disebut gaya misalnya—pada sikap percaya buta pada apa-apa yang diinformasikan oleh dunia maya. Contohnya, kamu tentu pernah membaca di media massa bagaimana seseorang kena tipu karena mengikuti petunjuk penipu yang dikirimkan melalui SMS, email, atau pesan-pesan di laman lainnya. Atau, ada juga karena tersulut oleh pemberitaan situs informasi yang provokatif, dua atau lebih pihak masyarakat terlibat pertikaian sengit.
  • Penguasan teknologi digital yang baik dapat menjaga Kamu pada sikap selalu berhati-hati dalam menyimpan atau mengunggah file-file tertentu yang bersifat rahasia; seperti dokumen tertulis, foto, atau video yang menggambarkan aktivitas tertentu dengan pasangan Kamu.
  • Kamu tidak akan terjebak pada perilaku semena-mena dalam memanfaatkan teknologi digital, seperti untuk bermain game sepanjang waktu, atau mengirim pesan-pesan horor bahkan mengancam kepada orang lain.
  • Menunjukkan eksistensi diri Kamu sebagai manusia yang selalu mengikuti perkambangan zaman, dan tidak tersesat di dalamnya.
  • Tentunya untuk mendorong kehidupan Kamu menjadi maju lebih cepat, karena waktu yang lebih efisien.
BACA JUGA:   Wow, SMK Muhammadiyah 1 Sirampog Ujian Sekolah Pake Android

Nah, semoga bermanfaat, ya…