SURABAYA – Untuk menangkal bahaya narkoba sejak dini, Lembaga Dakwah Khsusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) adakan kegiatan pengenalan bahaya narkoba kepada siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 10 Surbaya, Kamis 17 Januari 2019.

Muhammad Arifin, Ketua LDK PWM Jatim mengatakan, sekolah bagi anak bukan hanya dituntut untuk meningkatkan kepintaran dan kecerdasan. Melainkan juga sebagai tempat penanaman akhlak, sebagai bekal bermasyarakat dengan baik.

BACA JUGA:   MDMC Jawa Barat Bantu Evakuasi Korban Longsor di Sukabumi

”Sekolah bukan hanya untuk meningkatkan pengetahuan, kepintaran dan kecerdasan tapi akhlak yang baik,” katanya.

Menyikapi rilis Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyatakan bahwa 24 persen pengguna narkoba adalah pelajar, Arifin berujar persoalan tersebut sebagai tugas bersama. Salah satu peran tersebut ada dimiliki sekolah, karena pelajar yang masih berusia dini rentan menjadi sasaran peredaran barang haram tersebut.

BACA JUGA:   Muhammadiyah & Asia University Gagas Kerjasama Perdamaian dan Kemanusiaan

“Bahaya narkoba harus diberikan kepada anak-anak sejak dini sebab pelajar juga menjadi sasaran pengedar,” tambahnya.

Acara yang diselenggarakan di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah (SMPM) 15 Surabaya, juga dihadiri wali murid dan beberapa guru. Kehadiran mereka diharapkan bisa saling bergandeng tangan dalam persoalan kenakalan pelajar, salah satunya dengan memilih tempat belajar atau sekolah yang baik.

BACA JUGA:   Muhammadiyah Perluas Jangkauan Dakwah di Taiwan

“Orang tua mana yang tidak ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya. Pasti segala usaha dilakukan agar si anak mendapatkan pengalaman belajar yang paling optimal. Satu langkah yang cukup menentukan dalam hal ini adalah dalam memilih sekolah yang baik,” urai Arifin.