Percaya Deh, Allah Mahakaya, Dia Yang Nentuin Rezeki

Semangat bekerja jadi sebuah keniscayaan bagi seorang manusia yang menghendaki kesuksesan menghampiri hidupnya. Kita, ketika menghendaki kesuksesan harus rela menjalani proses terlebih dahulu. Jangan “ujug-ujug” ingin sukses. Ingat, bahwa kesuksesan tidak didapatkan hanya dengan lamunan; tetapi harus diusahakan secara maksimal dan sabar.

Insyaallah, ketika kita sabar menjalani proses mencari rezeki dan bekerja dengan sungguh-sungguh, hidup kita akan menjadi lebih mudah dan berfaedah.

Kendati rezeki ditentukan Allah Swt., namun Rasulullah Saw. memberikan beberapa kiat mendapatkan kemudahan memperoleh rezeki, dan keluar dari kesulitan hidup.

Beliau bersabda, “Barangsiapa tertimpa kemiskinan, kemudian ia mengadukannya kepada sesama manusia, maka tidak akan tertutup kemiskinannya itu. Namun, siapa saja yang mengadukannya kepada Allah, maka Allah akan memberikannya rezeki, baik segera ataupun lambat.” (HR. Abu Dawud dan Tarmidzi).

Kita tahu bahwa setiap manusia sangat mendambakan hidup sukses. Tak ada satu orang pun yang menginginkan hidup serba sulit dan susah. Ketika kesuksesan menghampiri, apa yang diinginkan akan dengan mudah diperoleh, hidup juga akan dipenuhi dengan kenyamanan dan ketentraman: hidup kita jadi mapan.

BACA JUGA:   Saat Jiwamu Lelah, Berhentilah Mengeluh kepada Sesama Manusia

Namun, hidup mapan tidak datang secara tiba-tiba. Tidak seperti yang kita lamunkan. Bahkan, tidak seperti yang kita angankan dalam hati. Kesuksesan itu, harus melalui proses panjang berupa jatuh bangun, gagal, dan susah; sebagai upaya mencapai tingkat hidup lebih baik daripada kehidupan yang lalu.

Apabila ditelisik secara mendalam, Islam telah memberikan tuntunan dalam upaya meraih kesuksesan hidup tersebut. Setidak-tidaknya ketika kita sedang ditimpa kesulitan hidup, lakukanlah empat hal di bawah ini.

  1. Beriman dan beramal shaleh.

Allah Swt. berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl [16]: 97).

  1. Ridha terhadap takdir Allah.

Kesuksesan dapat diraih oleh mereka yang beriman kepada-Nya. Sedangkan, meyakini ketentuan dan kekuasaan (qadha dan qadar) Allah adalah bagian dari iman kepada-Nya. Dan, ridha itu adalah bagian dari iman kepada qadha dan qadar-Nya.Oleh karena itu, manusia wajib berhati-hati terhadap buaian angan dan dampak buruk yang ditimbulkan. Dan, jika ia berkeluh kesah dengan ketentuan-Nya, pasti akan celaka. Nabi Saw., bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman; Barangsiapa yang tidak ridha dengan qadha dan qadar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana yang Aku timpakan atasnya, maka sebaiknya ia mencari tuhan selain Aku.” (HR Thabrani).

  1. Tawakal kepada Allah.
BACA JUGA:   Percaya Deh, Allah Mahakaya; Makanya Bangkitlah dari Kegagalan

Seorang Mukmin tidak boleh terlena dengan segala macam angan-angan dan bujuk rayu dunia. Ia harus yakin kepada Allah dan berharap anugerah-Nya. Insyaallah ketika kita merasa cukup dengan pemberian-Nya, akan memperoleh sesuatu untuk mencukupi hidup kita. Allah Swt., berfirman, “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS At-Thalaq [65]: 3).

  1. Selalu mengingat Allah.

Mereka yang senantiasa mengingat Allah, niscaya hatinya damai, hidupnya akan lebih baik, serta keresahan hatinya akan menghilang karena cahaya Ilahi. Seperti dijelaskan dalam Al-Quran, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” (QS Ar-Ra’du [13]: 28-29).

BACA JUGA:   Berdoalah Agar Kita Tidak Terjebak pada Syirkul Mahabbah (Dualisme Cinta)

Insyaallah dengan melakukan empat hal di atas, kita akan lebih mudah bagaimana merencanakan masa depan. Dengan merencanakan masa depan, kita akan lebih mudah menyelesaikan pekerjaan dan tidak berlarut dengan kenyataan masa lalu yang kelam. Kita akan mudah mengubah diri agar berada di jalur kesuksesan, di dunia dan akhirat kelak.

Tanam optimisme dalam diri, tak boleh resah, gelisah, khawatir, apalagi takut dengan ketiadaan rezeki, karena Allah Mahakaya.

Dia akan memberikan rezeki-Nya bagi siapa pun hamba-Nya, yang beriman maupun yang ingkar; semuanya akan mendapatkan rezeki-Nya untuk mendukung penghidupan. Karena itu, sebagai seorang muslim, kita harus selalu mengoptimalkan daya dan usaha di saat mencari rezeki dari Allah.