PP Muhammadiyah Melalui MPM Kaji Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Nelayan

YOGYAKARTA — Mampu berproduksi dalam skala kecil, ialah penyebab nelayan Indonesia tidak punya daya saing di pasar perikanan internasional. Persoalan ini membutuhkan kebijakan yang kongkret, bukan hanya karikatif dari pemegang kebijakan.

Suadi, anggota divisi Pertanian Terpadu Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah pada Jum’at 11 Januari 2019 dalam acara diskusi rutin Dwi Mingguan di Gedoeng Moehammadijah, Ngampilan, Yogyakarta, mengatakan bahwa, hasil produksi ikan nelayan Indonesia tidak sebanding dengan luas wilayah lautan yang dimiliki Indonesia.

“Tidak sebanding antara luas lautan dengan produktivitas nelayannya. Banyak faktor memang yang mendukung perosalan nelayan,” tandasnya.

BACA JUGA:   Relawan MDMC Harus Jaga Kemurnian Niat

Suadi juga mengatakan, ketika minim produksi maka akan minim in come atau pendapatan yang didapatkan oleh nelayan. Kemudian berdampak pada berputarnya lingkaran kemiskinan pada nelayan, sehingga nelayan sering dicap sebagai profesi yang tidak menguntungkan.

Terkait infrastruktur, Suadi berpendapat persoalan ini juga turut memberi andil dalam memperpanjang mata rantai kemiskinan nelayan. “Kita masih minim infrastruktur, untuk luas lautan kita yang membentang dari ujung timur di Papua sampai ujung barat di Sumatera. Tapi pabrik-pabrik besar tempat pengolahan ikan masih terkonsentrasi di Jawa,” ungkapnya.

BACA JUGA:   MDMC Kenang Pendongeng Geologi, Almarhum Pakdhe Rovicky

Perbandingan jarak tempuh antara lokasi tangkap ikan dan tempat produksi harus ditanggani dengan serius. Karena jika jarak tersebut bisa dipangkas, tentu ongkos nelayan dalam berlayar akan bisa ditekan.

“Padahal, sumber ikan yang besar rata-rata tersebar di wilayah kepulaun barat dan timur Indonesia,” tambahnya.

Dalam persoalan teknis, keadaan kapal nelayan Indonesia yang tersebar mayoritas dimiliki para kelompok nelayan kecil rata-rata hanya berukuran 4-5 Gross Tonage (GT) 67% dan 5-10 GT sebanyak 20%.

BACA JUGA:   4 Point Penting Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai Kawah Candradimuka

“Inilah penyebab nelayan hanya menyisir tepian laut untuk mendapat ikan, padahal sumber ikan besar berada jauh dari garis pantai. Jika mau ketengah, maka harus kapal dengan ukuran besar,” jelasnya.

Suadi berharap, pemerintah untuk tidak terjebak dalam pemberian bantuan berskala kecil dan hanya bersifat karikatif. Karena jika pola bantuan pemerintah tetap seperti ini, lingkaran kemiskinan pada nelayan tidak berubah. Selain itu, permasalahan nelayan memang kompleks. Mulai dari kelembagaan usaha, management ekonomi, infrastruktur dan kebijakan.

Redaksi
MuhammadiyahGoodNews.id adalah media yang memuat kabar baik dari persyarikatan Muhammadiyah. Media ini juga menghadirkan artikel yang mencerahkan, berkemajuan, dan berperadaban.