Tentang Kasih Sayang Orang Tua

Cinta dan kasih sayang yang dimiliki orang tua pada anaknya sungguh sangat besar. Karena itu, apapun akan dilakukan untuk kebahagiaan sang anak, di sepanjang hayatnya. Orang tua juga selalu memiliki rasa hawatir dan takut akan berbagai keburukan yang menimpa anak.

Lantas, apakah hal yang paling buruk yang bisa menimpa anak? sakit? dijauhi temannya? kecerdasan yang sulit berkembang? musibah kecelakaan?

Ya, semua itu tentunya keburukan yang siapapun orang tua tidak akan pernah menghendaki hal itu terjadi pada putra dan putrinya, bahkan pada dirinya sendiri. Kita berlindung pada Allah dari semua keburukan itu.

Akan tetapi, dari semua keburukan itu, tidaklah lebih buruk daripada seorang anak yang rusak akhlaknya, kehilangan cinta dan kasih sayangnya pada orang tua, tidak peduli pada orang lain, hingga yang paling mengerikan dari segala kengerian, yaitu anak yang tidak mengenal Tuhan Penciptanya, Allah subhanahau wata’ala.

Dari ketidak kenalan pada Allah Sang Pencipta itu seorang anak akan tumbuh dengan berbagai kegelapan yang akan selalu menyelimuti hidupnya di sepanjang hayat. Ibadah akan ia tinggalkan, bahkan enggan dan tidak kenal. Akhlak buruk akan jadi hiasan hidupnya yang akan menyeretnya menjadi seseorang yang selalu menyakiti dirinya sendiri, orang tua, keluarga, dan orang lain.

Dan tentu saja, puncak dari segala akibat ketiadaan penghambaan pada Allah subhanahu wata’ala dan keburukan akhlak adalah akan menyebabkan dia jatuh ke jurang neraka, dan bahkan menyeret kedua orang tuanya agar sama-sama terjatuh ke dalam neraka karena gara-gara merekalah dia jauh dari Tuhannya. Na’udzubillahi mindzalik.

Karena itu, dalam mencurahkan segala cinta dan kasih sayang pada anak haruslah sesuai dengan tuntunan agama Islam. Hanya dengan cara demikian kasih sayang orang tua akan menjadi sebab anak bahagia dunia dan akhirat, bahkan sang anak akan selalu baik-baik saja dan “selamat”.

Buah terbaik dari semua itu adalah, sang anak akan selalu mendoakan orang tua, bahkan dengan semua amal shaleh, akhlak, dan rasa cintanya pada Allah, orang tua pun akan mendapat hadiah dari Allah, yaitu surga. Mudah-mudahan kita menjadi orang tua yang mampu mendidik anak sesuai syari’at Allah subhanahu wata’ala.

Tahukah Abi dan Umi?

Di zaman sekarang, jika Abi dan Umi tidak mampu memberikan pendidikan Islam yang lengkap pada putra dan putrinya secara mandiri, maka titipkanlah putra/ putri sang buah hati di pondok pesantren. Sebab, hanya di pesantrenlah seorang anak bisa memiliki teman-teman terbaik. Teman-temannya nanti adalah orang-orang beriman, anak-anak shaleh, mereka semua selalu mengagungkan Allah.

Di Pesantren hidup akan dikenalkan dan diarahkan sesuai petunjuk Al-Quran. Di pesantren juga seorang guru bisa mewakili orang tua dengan sebenar-benarnya. Sebab, pendidikan pesantren bukan hanya kecerdasan otak, namun hati. Para guru akan mendidik dengan hati, dengan kasih sayang yang sama dimiliki Abi dan Umi untuk putra dan putrinya. Dan banyak lagi manfaat pesantren yang sangat dibutuhkan oleh anak.

Menitipkan anak di pesantren mula-mulanya memang berat . Siapa orang tua yang tega berpisah dengan buah hatinya yang masih kecil dan belum mandiri. Namun, lebih baik kita menangis berpisah beberapa saat dengan anak di tempat pencarian ilmunya, daripada nanti kita menangisi anak karena dia enggan ibadah dan memiliki akhlak yang buruk.

Semoga di negeri kita semakin banyak generasi Rabanni, yang sebagiannya adalah putra/ putri kita. Amiin.