Arus Survei Indonesia: Tokoh Milenial NU dan Muhammadiyah Layak Jadi Menteri

Tokoh milenial Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah masuk radar dalam figur yang dinilai oleh pakar/public opinion makers (POM) layak jadi menteri. Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, Selasa, 19, Maret, 2019.

“Seperti yang pernah saya sampaikan, figur-figur milenial yang terjaring dalam riset kami tidak hanya berlatar belakang pengusaha, politisi ataupun seniman. Representasi ormas juga masuk, seperti NU dan Muhammadiyah,” katanya.

Saat ditanya siapa tokoh milenial NU dan Muhammadiyah tersebut, Ali Rif’an hanya menjawab dengan singkat. “Iya ada beberapa nama, itu bisa dilihat sendiri dari laporan survei yang telah kami rilis,” tambahnya.

Jika ditelusuri, setidaknya terdapat lima nama dari tokoh milenial NU dan satu nama dari tokoh milenial Muhammadiyah. Nama-nama dari NU antara lain Taj Yasin Maimoen (putra ulama kharismarik KH Maimoen Zubair yang sekarang menjabat Wagub Jateng), Inayah Wahid (putri Gus Dur), Lukman Khakim (PKB), dan Witjaksono (Tim Percepatan Ekonomi PBNU di bidang pertanian dan kelautan), dan Arwani Syaerozi (Wakil Ketua RMI-PBNU). Sedangkan yang dari milenial Muhammadiyah ada nama Sunanto (Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah).

Sementara itu, ketika ditanya pos kementerian apa yang paling cocok diduduki menteri milenial, Ali Rif’an mengatakan bahwa untuk urusan pos kementerian itu adalah hak prerogatif presiden terpilih nantinya.

Lembaga ASI hanya melakukan penjaringan dan penyaringan melalui para pakar tentang siapa yang layak dan punya kompetensi jadi menteri.

“Untuk pos kementerian itu bukan urusan kami. Itu urusan presiden terpilih nanti. Kami hanya mencoba menjaring putra-putri terbaik bangsa untuk didorong ikut urun rembuk bangun negara,” jelasnya.

Survei pakar ASI digelar pada 26 Februari-12 Maret 2019 dan melibatkan 110 pakar/public opinion makers sebagai juri penilai. Metode penarikan sampel pakar menggunakan metode purposive sampling. Sedangkan motode uji kelayakan figur melalui tiga tingkatan, yakni meta analisis, focus group discussion dan penilaian pakar itu sendiri.

Ada 32 figur milenial yang dinilai, dengan rincian 16 figur milenial profesional dan 16 figur milenial partai. Dari 32 figur kaum milenial, muncul 12 besar nama yaitu enam nama dari politisi dan enam nama dari profesional sebagai figur paling pantas jadi menteri.