Bijaksana Gunakan Media Sosial ala Muhammadiyah Milenial

Era internet dan teknologi digital memberi gambaran tentang riuh-rendahnya isu yang bersileweran di jagat maya tanpa rem. Sedikit saja sebuah isu muncul ke permukaan, maka dalam hitungan menit saja isu itu akan tersebar ke mana-mana melalui tangan-tangan pemilik media sosial.

Eh.., bukan hanya tersebar, tetapi juga sudah menjadi lebih “sedap” karena “dibumbui” bermacam-macam tanggapan. Pro-kontra pun terjadi, malah tidak sedikit yang berakhir dengan keributan. Memang, internet datang tanpa membawa sistem nilai. Para pengguna internetlah yang sejatinya memberi nilai, mau baik atau mau buruk, semua terserah kepada si pengguna.

Sebaiknya Kamu jangan mengaku sebagai kader Muhammadiyah Milenial, jika tidak mampu menularkan nilai-nilai positif di internet, seperti melalui akun media sosial yang Kamu miliki. Karena di era digital iInilah kesempatan Kamu memanfaatkan perkembangan teknologi yang pesat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Gunakan media sosial sebagai jalan lapang untuk menularkan nilai-nilai positif kepada sesama penghuni bumi.

Ketahuilah, bahwa pada zaman teknologi digital, media sosial memiliki peran yang signifikan dalam mengubah tatanan kehidupan sosial manusia. Sebab, sudah secara langsung media sosial berperan sebagai sarana penghubung antarmanusia di dunia.

Bayangkan, begitu banyak bentuk perilaku manusia di alam nyata yang semula “dirancang” dan “dirumuskan” melalui interaksi di media sosial. Salah satu contohnya adalah bahasa percakapan di dunia nyata kini nyaris tidak jauh berbeda dengan bahasa percakapan di dunia maya, dalam hal ini media sosial.

Maka, bijaklah Kamu menggunakan media sosial. Seperti…

  1. Memposisikan media sosial sebagai media bersosialisasi bersama khlayak banyak dengan baik.
  2. Menghindari penggunakan kata-kata buruk untuk mencaci, menghina, atau memprovokasi pihak lain pada mesia sosial.
  3. Membuat status-status bermuatan gagasan, pesan perdamaian, dan kutipan-kutipan ispiratif.
  4. Tidak menggunakan foto wajah sendiri yang memamerkan anggota tubuh vulgar sebagai foto profil.
  5. Tidak menceritakan rahasia keluarga, apalagi yang berhubungan dengan keburukan suami.
  6. Tidak terlalu sering memamerkan foto anak, makanan, harta benda, dan lain sebagainya; karena besar kemungkinan memicu terjadinya tindak kriminal.
  7. Tidak sering-sering menularkan energi negatif, seperti mengumbar keluhan-keresahan.
  8. Menginformasikan berita-berita penting, seperti undangan pernikahan, informasi penerimaan karyawan baru pada suatu perusahaan, informasi mengenai sebuah perlombaan, informasi tentang jadwal perkuliahan, dll.
  9. Memanfaatkan sosial media sebagai alat “melacak” kabar dan keberadaan teman lama yang sudah terpisahkan oleh jarak dan waktu.
  10. Menjadikan media sosial sebagai tempat untuk mempromosikan sebuah produk yang berkualitas.
  11. Usahakan juga agar media sosial bermanfaat sebagai alat memobilisasi masyarakat untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan produktif; baik dalam gerakan politik, ekonomi, kepedualian sosial-budaya, kegiatan keagamaan, dan lain sebagainya.