Dadang Kahmad: Siapapun Pemimpinnya, Tetaplah Berbuat Baik pada Sesama

Berpegang teguh pada hasil tanwir di Denpasar tahun 2002, bahwa Muhammadiyah tidak akan memihak kepada salah satu partai politik manapun harus diimplementasi setiap warga Muhammadiyah. Sebab, secara organisasi, warga Muhammadiyah diberikan kebebasan dalam memilih capres atau caleg dari partai mana pun. Warga Muhammadiyah tidak boleh membawa simbol Muhammadiyah saat melakukan kampanye. Karena Muhammadiyah dalam dunia politik berada dalam posisi netral.

Hal tersebut diungkapkan Prof Dr H Dadang Kahmad, M.SI., ketua PP Muhammadiyah pada kegiatan dialog Kebangsaan Musypimda Muhammadiyah Kabupaten Tegal di kompleks SMP Muhammadiyah Margasari Kab Tegal pada hari Sabtu, 30 Maret 2019.

Menurut Dadang, saat memilih calon pemimpin, kita memiliki pertimbangan yang berbeda dengan yang lain. Namun saat memilih tidak boleh asal-asalan. Dalam memilih harus memikirkan kepentingan bangsa secara keseluruhan. Karena itu, sikap PP Muhammadiyah tidak akan mengarahkan warga Muhammadiyah untuk memilih salah satu calon.

“Muhammadiyah mengharapkan jangan sampai anggotanya menjual agama untuk kepentingan duniawi.” ujarnya.

Berkaitan dengan pernyataan Prabowo, “Jadikanlah hari coblosan itu hari lebaran Anda” menurutnya, hal tersebut masih wajar diucapkan untuk mendorong masyarakat memilih calon pimpinannya.

“Tanggapan PP Muhammadiyah tentangnya (pernyataan Prabowo) bukan dimaksudkan sebagai bentuk dukungan kepada salah satu capres. PP Muhammadiyah kembali menegaskan dalam berpolitik bahwa PP Muhammadiyah dalam posisi netral.” katanya.

Salah satu bentuk penyebab radikalisme adalah intoleran, yaitu merasa benar sendiri, dan kultus individu yang tinggi terhadap pemimpin agama. Muhammadiyah memiliki tujuan mardlotillah. Muhammadiyah merupakan wadah untuk menyebar luaskan dakwah agama Islam ke seluruh penjuru dunia.

“Banyak-banyaklah beramal sebelum datang zaman fitnah. Masa yang begitu gelap. Jangan sampai di pagi hari kau beramal, namun di malam hari berbuat dosa. Makanlah secukupnya berhentilah sebelum kenyang.” Pernyataan rasul tersebut juga diberlakukan di dunia politik, saat berpolitik janganlah kau makan hingga kenyang. Banyak fenomena dimana saking kurangnya kenyang, maka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Warga Muhammadiyah hendaknya bersikap tenang siapapun pimpinannya (baca: presiden), teruslah eksis jalani kegiatan bermuamalah kepada sesama.” pungkasnya.