IMM Karawang : Pemilu Pesta Demokrasi untuk siapa? Untuk rakyat?

Karawang | MuhammadiyahGoodNews.id — Jumat, 29 Maret 2019
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM Karawang) menggelar diskusi bertajuk “Pemilu Pesta Demokrasi, Untuk Siapa? Untuk Rakyat?”
Forum diskusi ini merupakan upaya IMM dalam meningkatkan kepekaan masyarakat khusunya dikalangan pemuda / mahasiswa untuk ikut andil dalam menggembirakan Pemilu 2019.
Ichsan Maulana sebagai Ketua Umum IMM Karawang menjelaskan bahwa “Pemilu sebagai ejawantah demokrasi di Indonesia seringkali tidak dirasakan sebagai pesta demokrasi oleh masyarakat kita, pesta identik dengan kegembiraan/kesenangan. Apakah masyarakat kita senang dengan adanya pemilu? tentu hanya sebagian unsur saja seperti para elite politik misalnya, itupun kalau menang. Saya agak ragu kalau masyarakat biasa ikut senang”

“Padahal hasil dari kontestasi politik ini adalah cerminan nasib masa depan bangsa, maka sudah menjadi kewajiban sebagai warga negara untuk ikut terlibat dalam suksesi pemilu 2019 yg menggembirakan tanpa ujaran kebencian, tanpa saling menjatuhkan” imbuh Ichsan.

IMM Karawang menghadirkan Komisioner KPUD Karawang Ikmal Maulana, komisioner Bawaslu Suryana Hadi dan Koordinator Daerah Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Gustiawa sebagai narasumber pada diskusi sore itu.

Gustiawan Koorda Deep Karawang juga menegaskan “Pemilu sebagai wujud Demokrasi idealnya diperuntukkan bagi rakyat. Sejatinya Rakyat adalah subjek demokrasi, namun dewasa ini pesta demokrasi itu terkesan hanya untuk kepentingan elite politik semata, sehingga masyarakat terkesan hanya dijadikan sebagai Objek politik” dan fenomena Golput yang masih menghantui adalah bukti nyata kegagalan partai politik dalam menjalankan peran dan fungsinya”

Diskusi ini ditutup oleh pesan yang disampaikan oleh Ikmal Maulana selaku Komisioner KPUD Karawang yg juga sependapat dengan Komisioner Bawaslu Karawang yg hadir sore itu.

“Menjadi pemilih dalam pemilu harus aktif. Kenali profil calon yang ada, agar suara yg diberikan berkualitas. Berbeda pilihan harus diperlakukan dengan wajar dan dewasa, hindari perpecahan dan provokasi. Bagian pentingnya adalah, setelah pemilu, mari kita kawal bersama demokrasi agar memberi rasa keadilan yang merata bagi seluruh bangsa” tutur Ikmal.