IPM Kembangkan Gerakan Literasi Berbasis IPTEK

Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bekerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggelar Seminar Kebangsaan ‘Peran Pelajar dan Muhammadiyah dalam Mencapai Perdamaian Bangsa di Indonesia’ bertempat di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Kota Yogyakarta .

Diikuti 52 pelajar dari berbagai ranting, cabang, dan organisasi otonom (ortom) IPM Se-Yogyakarta dan sekitarnya kegiatan ini menghadirkan Ketua PP Tapak Suci Afnan Hadikusumo yang juga anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPM Hafizh Syafa’aturrahman.

Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) PP IPM Nur Cahyo Yudi Hermawan, mengatakan bahwa PIP baru menyusun program diskusi bulanan bernama Dialogue. Kegiatan Seminar Kebangsaan ini didapuk sebagai kegiatan awal dan peluncuran diskusi bulanan Dialogue.

“Harapannya kegiatan ini bisa memberi motivasi, bisa memberikan kabar kepada teman-teman pelajar kota Yogyakarta dan sekitarnya kalau PP IPM memiliki program diskusi bulanan bertempat di Kantor PP IPM Jalan Ahmad Dahlan. Kami beraharap teman-teman berkenan untuk hadir dalam diskusi bulanan PP IPM tersebut yang akan kami susun secara tematik tema yang akan dibahas,” kata dia.

Nur Cahyo melanjutkan, selain program dialogue, PIP IPM mengemban amanah yang besar seusai Muktamar untuk fokus pada gerakan literasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Oleh karena itu Dialogue ini akan kami buat dengan suasana yang berbeda sehingga teman-teman yang ada diluar DIY akan tetap bisa mengikuti diskusi itu karena nantinya kami akan menyampaikan hasil diskusi lewat infografis atau nanti kami akan mengunggah di cahannel Youtube PP IPM.  Harapannya teman-teman seluruh Indonesia bisa menyaksikan hasil diskusi tersebut,” jelas Dia.

Sementara itu, Hafizh Syafa’aturrahman Ketua PP IPM sedikit  membagi pengalaman perkaderan IPM yang dilakukannya dari sekolah sampai ke Pimpinan Pusat.

Menurut Hafizh karakter kepemimpinan harus digali sejak masih sekolah karena akan menjadi pondasi yang baik. “Banyak yang harus digali dari temen-temen. SMP adalah pondasi karakter teman-teman dan SMA hadalah pondasi teman-teman di masa depan. Keduanya sama-sama pondasi,” ungkapnya.

“Kalau sudah masuk universitas adalah hasil belajar teman-teman di SMP dan SMA maka itulah pondasi utama. Jangan telat menyadari ino dan jangan sampai menyesal,” imbuhnya.

Ia berharap bahwa para pelajar Muhammadiyah bisa terinspirasi berbuat lebih banyak untuk masa depan.