Kader Muhammadiyah Harus Teladani Etos Djuanda untuk Bangsa

Secara historik, Muhammadiyah berjasa mengintegrasikan wilayah laut dengan daratan Indonesia melalui kadernya, Ir Juanda. Dia adalah salah satu Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Menteng. Karena itu, kader Muhammadiyah zaman now mesti meneruskan tongkat estafet gerakan Ir. Djuanda untuk kepentingan bangsa Indonesia, kini dan masa mendatang.

Muhadjir Efendi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam kegiatan silaturahmi warga Persyarikatan Muhammadiyah Sumatera Selatan, seperti dilansir muhammadiyah.or.id, mengatakan di Universitas Muhammadiyah (UM)  Palembang.

“Insinyur Juanda adalah penggagas perastuan wialayah NKRI. Pada tahun 1957, Waktu itu ada namanya Deklarasi Djuanda yang bertujuan unutuk mengintegralkan seluruh wilayah lautan maupun daratan Indonesia,” kata Muhadjir.

BACA JUGA:   Muhammadiyah Waspadai Arus Tsunami Informasi di Era 5.0

Seperti kita ketahui, bahwa jalur lintas laut yang dahulu semua kapal dari negera luar bisa bebas berlayar di laut Indonesia tanpa izin, pada tahun 1984, gagasan Juanda tentang daratan dan lautan merupakan bentuk integral bagi wilayah sutau negara, diratifikasi menjadi konvensi hukum internasional. Karena gagasan tersebut, kini menjadi pedoman aturan bagi lalu lintas laut.

BACA JUGA:   Peran Besar Muhammadiyah bagi Kebencanaan di Indonesia

Karena itu, belajar dari sejarah tersebut, Muhammadiyah melalui Perguruan Tingginya harus menjaga etos Muhammadiyah untuk kepentingan bangsa. Sebab, dengan adanya PTM, persyarikatan Muhammadiyah memberi dampak postif terhadap Negeri Indonesia, melalui pemanfaatan kemampuan sumber daya manusia dan sumber daya alam.

“Jaga terus momentum ini dan selalu jaga silaturahmi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kemajuan, Universitas Muhammadiyah Palembang mulai menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sekolah-sekolah dan amal usaha Muhammadiyah, karena akan membuat semakin maju dan sukses” ujar pak Menteri.

BACA JUGA:   Menyegarkan "Motor Gerakan" Muhammadiyah Jawa Barat

Selain itu, Muhadjir juga berpesan agar kita menjadi kader Muhammadiyah yang loyal dalam berMuhammadiyah seperti Ir Djuanda, yang tidak mudah goyah karena jabatan atau iming-iming yang sifatnya hanya keduniaan semata.

“Ir. Djuanda yang merupakan tokoh Muhammadiyah maka Indonesia menjadi negara yang utuh seperti sekarang menjadi NKRI, dan Ir. Juanda pernah ditawari menjadi dosen di ITB, tetapi lebih memilih menjadi guru di SMA Muhammadiyah Menteng,” pungkasnya.

Redaksi
MuhammadiyahGoodNews.id adalah media yang memuat kabar baik dari persyarikatan Muhammadiyah. Media ini juga menghadirkan artikel yang mencerahkan, berkemajuan, dan berperadaban.