Takut Mah Hanya Pada Allah Semata

Semua manusia punya rasa takut kepada sesuatu, takut kepada manusia lain yang lebih pintar, lebih kuat, dan lebih berani dari dia sendiri. Takut kepada binatang buas harimau, singa, serigala dan lain-lain. Takut di rampok oleh penjahat ketika dia sedang kaya dan takut sakit ketika dia sehat. Dan banyak lagi macam-macam hal yang di takutkan oleh manusia biasa.

Namun bagi kita orang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT. Tidak ada yang di takuti selain Allah SWT itu sendiri. Kenapa? Karena dia tahu yang menentukan segala sesuatu hanyalah Allah SWT. Hal itu sesuai dengan firman-Nya seperti yang di kutipkan dalam muqaddiamah di atas. Jadi logikanya adalah karena, orang-orang yang penakut tandanya tipis iman mereka. Takut kepada sesuatu berbeda dengan takut kepada Allah. Kalau takut kepada manusia atau binatang buas, maka kita jauhi dia, tetapi takut kepada Allah kita dekati dia, supaya kita memperoleh ridha-Nya.

Allah SWT tidak menerima orang yang hanya takut tanpa di barengi oleh taqwa, taqwa artinya mengikuti perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Takut dan bertaqwalah anda kepada Allah SWT. Firman-Nya, “Jangan kamu merasa rendah (diri) dan jangan pula takut(sedih), kamulah yang paling (tinggi derajatnya) mulia jika kamu benra-benar beriman”(Q.S. Ali imran , 3:139).

Ada pun cause prime atau sebab utama dari kejadian segala sesuatu adalah Allah SWT sendiri. Artinya yang lain itu hanyalah rentetan dari banyak sebab sehingga terjadinya sesuatu. Umpama terjadi sesuatu pada seseorang, pada suatu saat ia jatuh miskin di sebabkan ia royal karena ia bergaul dengan orang yang royal. Jadi orang yang royal tadi adalah rentetan dari berabgai sebab sebelumnnya, namun sebab pertamanya(cause prime) adalah Allah SWT.

Bila demikian bolehkah di katakan Allah itu amat kejam karena menjadikan manusia tadi menjadi miskin. Menuduh Allah seperti itu tidak dapat di benarkan oleh syari`at islam. Sifat royal adalah sifat tercela sesuai dengan firman Allah yang artinya “sesungguhnya orang-orang yang royal(mubadzir) itu adalah saudara-saudara setan”(Q.S. Al-israa` 17:27). Dari itu hindarilah sifat royal(boros)!!!

Berpikir secara benar

Asal saja seseorang itu mau berpikir secara benar(pakai logika) dan sedikit mendalam , pasti tidak takut mengahadapi resiko apa pun yang menimpa dia, baik atau buruk, karena dia tau benar bahwa hal itu adalah ketentuan Allah. Hanya saja jagalah diri kita dari sebab yang bisa menjerumuskan kita kepada sesuatu yang merugikan diri kita.

Dalam suatu riwayat nabi SAW. Pernah bersabda yang arti bebasnya: “pada suatu masa kaum muslimin akan terpecah kepada 73 firqah (golongan), 72 golongan di antaranya sesat. Satu firqah yang tidak sesat yaitu Ahli Sunnah Waljama`ah yaitu yang mengikuti sunnah ku dan sunnah sahabat ku(hadist shahih).

Ada dua firqah

Sedikit kita akan membicarakan masalah I`tikad dari firqah-firqah yang ada di kalangan umat islam di antaranya ada dua firqah, yang pertama Jabariyah dan kedua Qadariyah, kedua-duanya sesat.

Kaum Jabariyah berpendapat bahwa segala sesuatusudah di tentukan oleh Allah (di takdirkan), jadi katanya tidak perlu lagi usaha. Seumpama orang sakit, tidak perlu mencari obat, karena sakitnya itu sudah di takdirkan oleh Allah.

Sedangakan golongan Qodariyah ini sedikit beriktikad bahwa dalam hal sakit, Allah SWT berperan, tidak campur tangan di dunia. Hal itu terjadi semata-mata adalah wewenang manusia yang bersangkutan, kalau mau sembuh ya beroabat, bila tidak berobat tentu tetap dalam keadaan sakit.

Menurut golongan terbesar dari kaum muslimin di dunia, yang benar adalah golongan Ahli Sunnah Wal jama`ah. Menurut mereka orang sakit wajib berobat, masalah sembuhnya mutlak di tangan Allah SWT. tidak boleh menafikan usaha dalam berbagai kepentingan hidup, namun ketentuan terakhir di tangan Allah SWT. Inilah iktikad yang benar dan mendapat pengakuan dunia secara global.

Kurang akal

Orang penakut sesungguhnya adalah orang yang kurang akal(bodoh), karena kebodohannya ia tidak secara mantap meyakini adanya Allah SWT. Ia baru yakin tentang ada atau tidak adanya sesuatu, bila di tangkap oleh kelima inderanya. Padahal banyak sekali bendayang di akui adanyatapi tidak tampak di mata dan tidak dapat di raba dengan tangan.

Selanjutnya akal sehat itu sesungguhnya tidak terbelit-belit tetapi lurus saja. Contoh, adanya sebuah lemari, untuk orang yang berakal sehat, ia tahu bahwa adanya lemari itu Karena ada tukang yang membuatnya. Mengapa orang yang bodoh itu tidak berpikir bahwa adanya alam semeta ini karena ada yang menciptakannya,itulah Allah SWT. Dengan kata lain sesuatu baru ada bila ada yang menciptakannya. Kalau sudah yakin adanya Allah SWT, hanya kepada Allah sajalah sepatutnya kita merasa takut, Karena Allah menciptakannya dan menentukan segalanya. Hal itu sesuai dengan maksud salah satu rukun iman yang enam macam itu, yaitu percaya kepada Qadar baik dan buruk itu datangnya dari Allah SWT.seharusnya setiap muslim tidak ada ketakutannya selain kepada Allah SWT.

Sehubungan dengan usaha menghilangkan rasa takut dan menimbulkan rasa berani sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya: “barangsiapa yang berani berperang untuk menjadadikan kalimat Allah(syiar islam )menjadi tinggi kedudukannya, maka orang itu berada di jalan Allah”(H.R.Bukhari dan muslim).

Mati-matian mempertahankannya

Karena ketakutan umat islam lah bangsa palestina hanya sendirian dengan mati-matian mereka mempertahankan diri dari invasi Israel yang sejak dahulu hingga sekarang, bangsa zionis Israel terus menerus menekan mereka dari mulai merebut secara paksa tanah daerah mereka, dilarangnya adzan menggunakan pengeras suaran dan sekarang bangsa zionis Israel melarang umat islam untuk melaksanakan ibadah di masjid suci Al-aqsa. Mereka sudah melawan dengan sekuat mungkin, namun apa daya. Yang kita katakan penakut bukan rakyat palestina itu, tetapi kita-kita ini dan negeri –negeri muslim lainnya. Karena dan mereka bersikap diam-diam saja, tidak berani mengirim angkatan perangnya ke palestina Karena takut dengan si paman sam si sekutunya. Padahal kita mempunyai pedoman ,pegangan kita yang kuat tetapi tidak di amalkan yaitu firman Allah SWT yang kita kutipkan di atas.

Sangat terpaksa

Apa yang umat muslim takutkan , apakah takut pada PBB itu, padahal PBB itu adalah wadah bangsa-bangsa yang “BOBROK”, kok masih di segani, di saluti. Bangunkan Bung karno dari kuburnya supaya berteriak ke seantero dunia: “keluar saja dari PBB, sarang kapitalis dan imperealisme dunia itu yang sebentar lagi akan menghembuskan nafasnya yang pengahabisan”,

Keberanian datangnya lewat jalan yang benar dan yang benar itu dari Allah SWT. Jadi mana ada pejabat yang berlaku “benar” sekarang ini?. Yang banyak adalah pejabat yang curang, korupsi ,penggelapan dana, kebanyakan mereka itu selalu menjadi “penakut”. Dan kebanyakan dari pejabat ini agamanya adalah islam, tetapi islam KTP, tidak punya pondasi kuat dalam dirinya untuk menjadi pengikut islam yang benar. Siap membela saudara kita yang tertindas, apakah ada?…

Akhirnya marilah kita tutup tulisan ini dengan kalimat : takutlah kepada Allah SWT agar kita di berinya sifat keberanian yang amat di perlukan pada saat sekarang, apa lagi di masa depan ini!!!!

Sumber: Uswatun Hasanah 2017