Terorisme di Barat dan Timur Selalu Ada

Pada usia berapa anda menyaksikan tragedi WTC dan Pentagon di USA? 11 September 2001 saya masih duduk di kelas 3 SD. Setelah tragedi itu pemerintah USA di bawah komando George W. Bush menetapkan Osama bin Laden sebagai tersangka. Bush juga mencanangkan perang melawan terorisme, yang dimaksud dengan terorisme adalah Osama bin Laden dan kawan-kawan. Hal ini menjadi alasan pemerintah USA untuk melakukan invasi ke Irak dengan alasan adanya senjata pemusnah massal yang ternyata hoax.

Dari peristiwa itu saya mulai tahu bahwa ada yang tidak beres dengan hubungan Islam dan barat. Sampai setelah saya beranjak remaja, saya mulai mengenal teori benturan peradaban Samuel P. Huntington. Menurut Huntington, setelah Uni Soviet runtuh, maka musuh peradaban barat selanjutnya adalah umat Islam. Sebagai umat Islam, tentu saja saya bersolidaritas terhadap sesama muslim dan menjadi benci terhadap barat.

Saat masih jadi santri di sebuah pesantren, ada salah satu kakak kelas yang terkenal karena dia baru pulang dari Amerika. Dia mengikuti program yang diselenggarakan American Field Services (AFS). Pak Anies Baswedan adalah salah satu alumni program ini saat duduk di bangku SMA. Program ini bertujuan untuk melakukan pertukaran budaya antara Indonesia dan Amerika. Setelah kakak kelas saya menjadi yang pertama lolos program ini, adik-adik kelasnya menyusul mengikuti program ini. Entah apakah masih berlanjut sampai sekarang atau tidak.

Entah kenapa saya tidak tertarik untuk ikut tes program AFS. Mungkin pada masa itu saya lebih suka mendalami ilmu-ilmu agama dan masih agak curiga dengan barat. Bahkan dalam sebuah majalah Islam program pertukaran begitu dicurigai sebagai upaya cuci otak terhadap umat Islam. Namun belakangan ini saya agak tercerahkan. Bahwa yang dinamakan barat bukan terdiri hanya satu entitas. Yang dinamakan Islam dan timur pun ternyata di dalamnya terdiri dari entitas yang beragam. Hal ini membuat konflik timur vs. barat menjadi absurd.

Saat kita bilang timur vs. barat, pertanyaan selanjutnya adalah timur yang mana? Barat yang mana?

Tragedi di Christcurch New Zealand memperlihatkan dengan jelas kepada kita bahwa yang kita sebut barat terdiri dari beragam entitas. Ada yang bersifat seperti Tarrant sang teroris, yang nekad menempuh jalan kekerasan dalam mencapai tujuannya. Ada yang bersifat seperti Fraser Anning, seorang senator Australia yang dilempar telur oleh eggboy. Fraser tak menggunakan jalan kekerasan, namun dia memiliki ideologi anti dengan yang lain. Dia terlihat tak mau berdialog dengan yang lain dan terlanjur berprasangka buruk terhadap Islam.

Namun masih ada Jacinda Ardern, sang perdana menteri yang bukan hanya cantik namun juga baik hati dan rajin menabung. Ok itu berlebihan. Tapi Jacinda Ardern memberikan teladan dan bukti bahwa tidak semua masyarakat di barat mengidap Islamphobia. Bahkan ada yang sangat ramah dan baik terhadap umat Islam walau dengan resiko dimusuhi oleh saudaranya sesama barat, karena dianggap membela teroris.

Tentu saja manusia model Tarrant, Fraser Anning dan Jacinda Ardern tak hanya ada di barat, namun juga ada di timur. Tinggal kita mau jadi model yang mana?