LPB Muhammadiyah Berikan Informasi Kebencanaan tentang Megathrust‎

JAKARTA – Informasi kebencanaan Megathrust selat sunda harus mulai menyadarkan masyarakat tentang kesiapan dirinya menghadapi bencana yang terjadi. Karena itu, bertujuan memberikan informasi yang benar mengenai isu Megathrust, Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengadakan bincang santai bersama pakar geologi dan para aktivis relawan kebencanaan, Jumat (23/8).

Bertempat di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, tema yang diusung adalah “Potensi Megathrust Selat Sunda dan Seberapa Siapkah Kita”.

Wakil Ketua MDMC Rahmawati Husein mengungkapkan acara ini perlu dilakukan sebagai salah satu langkah mitigasi dan edukasi agar para peserta dapat bertindak secara proporsional dan efisien.

“Karenanya perlu edukasi diri sendiri bahwa tidak semua gempa harus berlindung di bawah meja. Itulah pentingnya mengenal‎ jenis-jenis gempa, skala, dampak, dan cara menghadapinya. Jujur pengetahuan kita masih sangat minim,‎” kritik Rahmawati terhadap masyarakat Indonesia yang pasif dalam mempelajari jenis-jenis bencana dan terkesan ‎menunggu disuapi informasi di tv semata.

“Akibat sifat ini, rumah yang kita bangun bertahun-tahun hancur dalam sekian detik karena dibangun di atas sesar patahan lempeng. Oleh karena itu perlu kemandirian dalam mencari informasi. Pengetahuan itu penting. Kemudian ketahui risiko dan cara meminimalisasinya.

Menyiapkan secara fisik dan teknis jika terjadi, afalahmengurangi potensi kerugian yang terjadi,” pesan Rahmawati Husein.

Menyam‎bung gagasan Rahmawati, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepakat bahwa jenis, risiko dan dampak gempa itu tidak tunggal sehingga perlu inisiatif lebih untuk mencari informasi selain dari yang diberikan oleh Lembaga Nasional maupun Lembaga Kebencanaan Non-Nasional.