TUBAN, Muhammadiyahgoodnews.id - Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Al-Islam Bancar (MBS Al-Islam) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam Ajang Kompetisi Sains Ahmad Dahlan (KSAD) VI Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Tuban, yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban, Sabtu (7/2/2026).
KSAD ke-6 kali ini dilaksanakan di Perguruan Muhammadiyah Cendoro, Kecamatan Palang, Tuban. Dalam ajang tersebut, MBS Al-Islam berhasil memborong 9 piala dari berbagai cabang lomba, di antaranya Pidato Bahasa Arab, Olimpiade MIPA, Olimpiade Matematika, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Olimpiade Kemuhammadiyahan 3 Bahasa, dan Kaligrafi.
Adapun santri MBS Al-Islam yang berhasil meraih prestasi pada ajang KSAD VI adalah sebagai berikut:
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ):
1. Nurud Dhania Oktaviani (Juara II)
2. A. Akhsanur Raihan (Juara III)
Pidato Bahasa Arab:
1. Jendira Setya Kasih (Juara I)
2. Medina Kamil (Juara II)
Olimpiade MIPA:
1. Farhana Imani Zaidah (Juara I)
Olimpiade Matematika:
1. Candy Carisa (Juara I)
2. A. Roghibil Marom H. Z. (Juara III)
Olimpiade Kemuhammadiyahan 3 Bahasa:
1. Disa Candra K. (Juara III)
Kaligrafi:
1. Sandy Aulia (Juara I)
Pada cabang Pidato Bahasa Arab, santri MBS Al-Islam tampil memukau dengan penguasaan bahasa yang fasih, penyampaian yang percaya diri, serta isi pidato yang sarat nilai edukatif. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan bahasa Arab di lingkungan pondok berjalan secara konsisten dan terarah.
Tak kalah membanggakan, santri juga menunjukkan kecemerlangan di bidang sains dan logika melalui Olimpiade MIPA dan Olimpiade Matematika. Dengan ketekunan belajar serta bimbingan intensif dari para ustadz dan guru, para santri mampu bersaing dan meraih hasil terbaik di tengah ketatnya kompetisi.
Pimpinan Pondok Pesantren MBS Al-Islam, Ustadz Zainal Arifin, S.Pd., S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi bukan semata tentang kemenangan, tetapi juga tentang proses panjang pembinaan karakter, disiplin belajar, dan semangat juang santri dalam menuntut ilmu.
"Prestasi bukan hanya soal mengangkat piala, tetapi bagaimana santri tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, berkarakter tangguh, tekun, pekerja keras, dan mandiri, serta mampu menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, sekaligus memperkuat komitmen pondok dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Ditulis: Rina Aditia Dwi Astuti


