Fikih Amal Al-Maun, Jawaban Atas Minimnya Fikih Berorientasi Sosial-Kemanusiaan

Notification

×

Iklan

Iklan

Fikih Amal Al-Maun, Jawaban Atas Minimnya Fikih Berorientasi Sosial-Kemanusiaan

Rabu, 09 Februari 2022 | 19:41 WIB Last Updated 2022-09-02T14:23:29Z

Biasanya buku fikih bertaburan hadis Nabi dan ayat-ayat al-Qur'an. Namun sedikit berbeda dengan buku yang saya pegang ini. Buku "Fikih Amal Al-Maun" karya Dr. Hendar Riyadi ini cukup unik dan berbeda, karena dilengkapi juga dengan teori-teori sosial baik Barat ataupun Islam.

Selain belajar fikih Islam, rasanya seperti kita sedang belajar juga sosiologi atau filsafat Barat. Misalnya mengangkat pembahasan mengenai tafsir surat al-maun yang dikembangkan Muhammad Abduh serta Ibnu Arabi. Kedua tafsir tersebut dibahas dan dikomentari oleh penulis buku ini dengan mendalam.

Pembahasan lain yang cukup menarik yaitu tentang kedudukan fikih amal al-maun di antara dua teori sosial terkenal yaitu teori sosial Karl Marx dan Max Weber. Dua orang tokoh sosiologi dan filsafat Barat kontemporer yang besar dan mashur namanya.

Kongklusi sederhana meskipun fikih amal al-maun lebih dekat pada teori Max Weber tentang spirit beragama dalam mengubah situasi sosial, tapi fikih amal al-maun juga mempertimbangkan faktor ekonomi sebagai aspek penting dalam merubah keadaan atau pemihakan terhadap orang fakir, miskin dan dhuafa lainnya.

Sebagaimana dikatakan penulisnya, buku ini hadir dalam rangka menjawab realitas tentang masih minimnya studi, konseptualisasi bahkan gerakan sosial dari fikih yang berorientasi pada sosial-kemanusiaan. Selama ini fikih yang dikembangkan cenderung ekslusif, inklusif dan ritualistik. Karenanya diperlukan orientasi fikih baru yang lebih beorientasi pada kesejahteraan umat manusia. Itulah fikih amal al-maun.

__ratajhaq