Wisuda UM Bandung, Menetas Tuntas Generasi Cerdas

Notification

×

Iklan

Iklan

Wisuda UM Bandung, Menetas Tuntas Generasi Cerdas

Selasa, 17 Mei 2022 | 15:10 WIB Last Updated 2022-10-15T04:25:23Z


Oleh: ACE SOMANTRI, 
Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung


Sejak berdiri tahun 2016, sebetulnya Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) sudah menggelar wisuda pada 2020 secara daring karena saat itu kondisi pandemi covid-19 sedang dalam kondisi dan posisi kategori tinggi.


Namun, alhamdulillah atas izin dan rida Allah pada 2022 ini UM Bandung kembali menggelar wisuda cara luring atau offline.


Para sivitas akademika UM Bandung gegap gempita dalam menyambut dan mempersiapkan kegiatan akhir tahun akademik ini. Terlebih mahasiswa yang sudah menyelesaikan studi karena wisuda merupakan saat yang ditunggu-tunggu. Bagi mereka momen tersebut menjadi waktu yang cukup sakral selama perjalanan studi di universitas.


Perlu waktu dan perjalanan panjang bagi UM Bandung untuk dapat dipercaya masyarakat Bandung dan Jawa Barat pada umumnya. Banyak lika-liku dalam kegiatan akademik yang merupakan bagian dari dinamika kampus. Tak lupa juga kajian demi kajian, baik akademik maupun non-akademik, terus dirancang, diorganisasi, dan dievaluasi setiap waktu.


Kemudian standar pengelolaan kelembagaan, kurikulum, pembelajaran, sarana prasarana, dan pembiayaan terus diperbarui sesuai dengan kemampuan yang dimiliki institusi.


Memang banyak hal yang belum memenuhi standar. Namun, harus tetap berusaha keras untuk menjalankan amanah masyarakat yang telah mempercayakan untuk terlibat melakukan kegiatan akademik.


Tujuannya tentu untuk tetap istikamah mencetak generasi berkualitas dan berkemajuan yang akan menjadi penerus perjuangan ilmuwan atau cendekiawan yang mengabdi pada negeri untuk kejayaan bangsa dan negara.


Banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah UM Bandung. Misalnya memenuhi standar yang masih jauh dari layaknya sebuah institusi akademik yang ideal.


Namun, ada hal yang sangat penting bahwa kreativitas dan inovasi institusi meretas batas kebuntuan dari kelemahan. Selain itu, harus tetap ikhlas bekerja keras, bekerja cerdas, untuk kemudian menetas generasi yang lebih cerdas.


Kemudian terus berikhtiar untuk selalu berusaha meningkatkan kualitas agar universitas ini menjadi kampus papan atas sehingga menjadi institusi kebanggaan persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat di tatar Sunda.


Selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang telah meraih gelar sarjana. Ilmu dan karyamu tidak boleh berhenti dalam kertas dan hanya menjadi portofolio semata, tetapi harus diamalkan secara aplikatif dalam kehidupan bermasyarakat.


Hal yang tak kalah penting, jangan berhenti berpikir kritis sebagai ciri ulul albab. Berjuanglah untuk tetap menjadi generasi yang memberi solusi. Tak ketinggalan jangan pernah risih untuk tetap mendampingi kaum duafa agar menjadi berdaya dan sejahtera.


Jangan lupa juga bersimpuh setiap saat pada orang tua kapan pun dan di mana pun Anda berada. Rida dan doa orang tua sebagai bekal utama untuk mengarungi samudera kehidupan di dunia nyata. Suara dan nasihat orang tua menjadi pepatah yang bertuah.


Kesuksesan hakiki bukan ditandai Anda mampu meraih dunia saja, melainkan bagaimana Anda mampu menciptakan kebahagian akhirat dengan ilmu dan amal yang akan menanti pada waktunya kelak.


Layak juga Anda berterima kasih kepada sivitas akademika universitas yang tidak lelah berbakti dan mengabdi tanpa pamrih. Keikhlasan yang terpancar pada wajah mereka akan menjadi catatan kebaikan.


Sekalipun ada rasa kecewa dan kesal pada sejawat itu hal biasa. Selama masih ada rasa cinta dan bangga insyaallah akan tetap terjaga, kecuali masih tersimpan dendam angkara murka yang akan membuat celaka yang tidak diduga.


Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengetahui segala yang ada dalam hati dan kata setiap manusia. Atas berkat dan rahmat Allah SWT yang Maha Rahman dan Maha Rahim akan terus mengingatkan umat manusia di mana pun berada. Hanya kepada-Nya semua bersujud dan meminta segala yang di minta hamba-Nya.