Rasulullah Welas Asih pada Binatang

Notification

×

Iklan

Iklan

Rasulullah Welas Asih pada Binatang

Senin, 10 Oktober 2022 | 10:44 WIB Last Updated 2022-10-10T03:44:34Z


Oleh:KH. Irfan Amalee, MA & Ust. Dadan Ramadhan, S.Ag


Rasulullah Saw dan para sahabatnya melakukan sebuah perjalanan. Karena kemalaman, mereka menginap di sebuah area yang ditumbuhi beberapa pepohonan.


Saat malam tiba, Rasulullah keluar tendanya, beliau mendengar suara burung dari salah satu pohon tak jauh dari area perkemahan. 


Pada sebuah pohon, Rasulullah melihat seekor induk burung sedang mengepak-ngepakkan sayapnya di sarangnya seperti kebingungan, rupanya induk burung itu kehilangan anak-anaknya.


Melihat itu, Rasulullah memanggil para sahabatnya,


من فجع هذه بولدها؟


“Siapa yang mengambil anak-anak burung ini sehingga membuat induk burung ini begitu cemas?”


Salah seorang sahabat mengakui dia telah mengambil anak burung itu dari sarangnya.


ردوا ولدهااليها


“Kembalikanlah anak-anak burung itu kepada induknya.”


Dalam perjalanan lainnya Rasulullah juga pernah melihat ada sarang semut yang sedang dilalap api. Rasulullah lalu bertanya, “Siapa yang membakar sarang semut ini?”


Orang yang membakarnya langsung menghadap Rasulullah. Kepadanya Rasulullah memberi nasihat, “Hanya Allah sang pemilik api yang berhak menghukum dengan api”.


Welas asih Rasulullah begitu dalam seolah merasakan penderitaan hewan. Rasulullah pernah menegur orang yang mengasah pisau di hadapan hewan sembelihan yang sudah dibaringkan. Sehingga hewan itu merasakan ketakutan melihat pisau yang diasah di hadapannya.


لقد أردت أن تميتهامرتات هلا حددتها قبل ان تضجعها


“Apakah kamu bermaksud membuat hewan ini mati dua kali? Mengapa engkau tidak mengasah pisau itu sebelum membaringkan hewan itu?”


Rasulullah juga tak tega saat melihat seekor unta yang kurus kering seperti kurang makan. Kepada pemilik unta itu Rasulullah menegur, 


“Bertaqwalah kepada Allah, binatang ini tidak bisa menyampaikan keluhannya. Kalau engkau mengendarai unta ini, kendarailah dengan cara terbaik. Berilah makan unta ini dengan baik.”


Di kesempatan lain Rasulullah melihat dua orang yang sedang ngobrol di sambil menunggangi untanya masing-masing. Rasulullah menegur mereka,


إياكم أن تتخذوا ظهوردوابكم منابر


“Jangan jadikan punggung binatang sebagai mimbar!”


Lalu Rasulullah menambahkan, “Tambatkan binatang yg kamu kendarai saat sudah sampai tujuan, beri kesemptan mereka untuk beristirahat. Karena mereka juga punya jiwa.”


Sumber:

1. Golden Morals, Abdul Malik Mujahid, Maktaba Darussalam, Riyadh, 2014

2. Silsilatul Ahadits as-shalihah no 22

3. Musnad Imam Ahmad (34/439)

4. Mustadrak Imam Al-Hakim (1/444)

5. Musnaf Ibn Saibah (5/407) hadits 20296

6. Shahih Al-Bukhari hadis 449, 2095