Tingkatkan Kualitas Keislaman dan Bahasa Arab Kader Muhammadiyah, Haedar Nashir Lantik PCIM Kerajaan Arab Saudi!

Notification

×

Iklan

Iklan

Tingkatkan Kualitas Keislaman dan Bahasa Arab Kader Muhammadiyah, Haedar Nashir Lantik PCIM Kerajaan Arab Saudi!

Rabu, 19 Oktober 2022 | 10:45 WIB Last Updated 2022-10-19T03:45:51Z


YOGYAKARTA
– Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Arab Saudi masa bakti 2022-2024 resmi dilantik, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap PCIM menjadi duta dan mediator.


Demikian disampaikan oleh Haedar Nashir, Senin (17/10/2022) di acara Pelantikan PCIM Kerajaan Arab Saudi secara daring. Dalam sambutannya, Haedar juga berharap PCIM sekaligus menjadi usaha dalam meningkatkan kualitas kader Muhammadiyah tentang studi keislaman dan Bahasa Arab.


“Bahkan juga dalam konteks dirasah Islam dan kemampuan bahasa Arab dalam perspektif Muhammadiyah. Kita berharap bahwa lulusan Timur Tengah memiliki nilai lebih yang bisa memberi warna terhadap pandangan keislaman yang dalam perspektif Muhammadiyah, yang kita sebut sebagai Islam yang berkemajuan,” ungkapnya.


Kemampuan studi keislaman dan penguatan Bahasa Arab, imbuhnya, menjadi modal untuk meningkatkan pemahaman keislaman di Indonesia. Selain dua instrumen itu, Guru Besar Sosiologi ini juga mendorong supaya memiliki pemahaman Islam yang luas dan multi perspektif.


“Yang dalam pemahaman Muhammadiyah pemahaman Islam yang interkoneksi antar bayani, burhani dan Irfani, dengan pendekatan trilogi itu saya yakin Indonesia yang menjadi tumpuan wajah dunia Islam,” imbuhnya.


Pendekatan tersebut akan menjadikan Islam perspektif Muhammadiyah-Indonesia menampilkan pemahaman Islam yang mendalam, luas, multi perspektif sekaligus menghadirkan proses islamisasi dalam makna penguatan, revitalisasi, dinamisasi keislaman yang membawa pada uswah hasanah, serta menjadi pusat keunggulan.


“Jika perangkat teologis kita begitu kaya, ingin menghadirkan ummatan washatan, bahkan dalam konstruksi negara menjadi negara yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur. Maka tidak ada jalan lain kecuali harus bisa menjadi action plan, uswah Hasanah dalam menampilkan Islam dalam realitas kehidupan seperti nabi,” pungkasnya.


Sumber: muhammadiyah.or.id