Iklan

Iklan

,

Iklan

Ditanya Peserta Muktamar, Ini Jawaban Prof Syafiq Mughni tentang Islam Berkemajuan

Redaksi
Sabtu, 26 November 2022, 09:34 WIB Last Updated 2022-11-26T02:34:30Z


SURAKARTA
— Sebuah pertanyaan mendasar keluar dari salah satu Peserta Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta beberapa waktu lalu. Dia bertanya, kenapa Islam yang Berkemajuan, bukan Muslim Berkemajuan ?


Menjawab itu, Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni mengapresiasi atas seluruh tanggapan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan tentang Risalah Islam Berkemajuan. 


Karena banyaknya tanggapan, pihaknya sudah mengakomodasi beberapa dan menjawab secara langsung beberapa, salah satunya Kenapa Islam Berkemajuan bukan Muslim Berkemajuan?


“Persoalannya adalah kalau muslim itu merujuk kepada orangnya, tetapi kalau Islam itu agamanya. Maka kalau kita menggunakan muslim berkemajuan, itu berarti hanya untuk orang-orang muslim saja, tapi tidak menyangkut pada Islam yang Berkemajuan untuk apa, untuk siapa. Karena subyek dari risalah ini bukan warga Muhammadiyah, bukan muslim saja.” Ungkap Syafiq.


Guru Besar Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya ini menjelaskan, bahwa Islam yang Berkemajuan ini subyeknya adalah masyarakat dunia secara keseluruhan. Risalah Islam Berkemajuan ini merupakan aktualisasi atau langkah konkrit dari konsep kerahmatan Islam bagi seluruh alam atau Islam rahmatan lil alamin.


“Ini yang menjadi audience  dari visi Risalah Islam Berkemajuan,” ucapnya.


Selain itu, Syafiq juga menjawab pertanyaan tentang istilah apa arti Islam Berkemajuan dalam Bahasa Inggris. Menurutnya yang paling pas dan cocok adalah Progressive Islam.


“Meskipun belum ada terjemahan dalam bahasa Inggrisnya, tetapi menurut saya yang paling cocok adalah Progressive Islam,” ucapnya.


Terkait dengan istilah Progressive Islam telah digunakan oleh kelompok lain, Syafiq mengatakan, bahwa yang terpenting adalah Muhammadiyah memiliki tafsiran tersendiri tentang Progressive Islam atau Islam Berkemajuan sebagaimana yang digunakan di Muhammadiyah. 


“Bukan seperti apa yang dipahami oleh yang lain-lain,” ungkapnya.


Menurutnya, diksi Progressive Islam ini akan lebih mudah dipahami oleh komunitas lain yang memakai Bahasa Inggris. Hal itu diharapkan Risalah Islam Berkemajuan ini mudah diterima di kalangan internasional, dengan bahasa atau bahasa yang sudah lekat – tidak asing bagi mereka.  


Sementara dalam Bahasa Arab, Islam Berkemajuan diartikan dengan Al Islam at-Taqaddumi.


“Dan Bahasa Arabnya apa? Al Islam at-Taqaddumi, Islam yang Berkemajuan,” imbuhnya.***

Iklan

UMBandung