Iklan

Iklan

,

Iklan

E-Voting, Digitalisasi Pemilihan Musywil Muhammadiyah

Redaksi
Rabu, 18 Januari 2023, 09:30 WIB Last Updated 2023-01-18T02:30:38Z


YOGYAKARTA
— Pasca Muktamar ke-48 di Solo beberapa waktu silam, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) di seluruh Indonesia secara bergilir mulai mengadakan Musyawarah Wilayah (Musywil). 


Sebagaimana Muktamar, Musywil menggunakan pola pemilihan secara berjenjang dengan tingkat transparansi yang tinggi. Sistem ini lebih mampu membawa nuansa silaturahmi dan musyawarah, bukan nuansa retorika politik.


Selain itu, ciri khas utama dari Musywil kali ini ialah semarak digitalisasi. Kondisi pandemi Covid-19 membawa berkah tersendiri bagi pelaksanaan kegiatan Persyarikatan, sehingga memaksa para kader untuk melakukan adaptasi cepat dengan kondisi lingkungan. 


Pandemi juga menjadi momentum bagi Muhammadiyah untuk mendigitalisasi sistem pemilihan dengan e-voting atau electronic voting. Sistem e-voting merupakan metode yang dipakai untuk memungut dan penghitungan suara yang masuk dalam sebuah pemilihan menggunakan perangkat elektronik. 


Biasanya e-voting dilakukan dengan menggunakan smartphone dan komputer melalui web standar kepemerintahan. Ada juga di beberapa negara yang memakai mesin tertentu dan sudah terhubung dengan internet.


Para ahli IT Muhammadiyah di berbagai wilayah merancang konsep e-voting dengan mengedepankan sistem yang saling terintegrasi antara registrasi, penjaringan, dan proses pemilihan. 


Pada saat pemilihan, para peserta hanya tinggal menekan button pilihannya pada layar. Proses perhitungan suara juga secara otomatis dilakukan oleh sistem yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam grafik.


Hal ini tentu saja memiliki keuntungan tersendiri seperti memotong pengeluaran sumber daya yang menjadikannya lebih hemat dan efisien. Lalu dari segi waktu akan menghitung suara dengan kalkulasi serta pendataan yang lebih tepat dan rinci. 


Penggunaan e-voting juga mampu mengurangi terjadinya kasus human error selama sistem beroperasi dari berbagai ancaman kejahatan.


Kehadiran sistem e-voting di berbagai Musywil di seluruh Indonesia ini merupakan konsekuensi logis dari era digital. Sebagai gerakan Islam yang fleksibel dengan perkembangan zaman, Muhammadiyah telah mampu melakukan adaptasi. 


Dengan pergerakan yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan audiensi, Muhammadiyah optimis bisa terus berkembang di masa yang akan datang. ***

Iklan