Iklan

Iklan

,

Iklan

Saking Dermawannya Rasulullah, Eh Semua Uangnya Dia Sedekahkan

Redaksi
Rabu, 08 Februari 2023, 15:34 WIB Last Updated 2023-02-08T08:34:08Z


JAKARTA
- Selain mulia akhlaknya, Rasulullah juga baik hatinya. Beliau selalu menangis ketika menyaksikan penderitaan orang lain. Hatinya mudah terenyuh, sehingga kerap memberikan seluruh yang dimilikinya untuk seseorang. 


Jiwa kedermawanan Rasulullah begitu hebat. Beliau akan sukarela menyedekahkan seluruh uangnya demi mendapatkan kebahagiaan di akhirat kelak. 


Rasulullah menyadari bahwa harta dan kekayaan yang akan dibawa ke akhirat adalah harta yang disedekahkan. Beliau yakin, bahwa Allah niscaya akan membalas sedekah dengan pahala yang begitu besar dan agung. 


Harta kita sesungguhnya bukanlah rumah megah, mobil mewah, dan tanah yang berhektar-hektar; harta kita yang sesungguhnya ialah harta yang disedekahkan untuk kepentingan orang yang membutuhkan.


Bila Rasulullah adalah seorang yang dermawan, bagaimana dengan kita? Sedermawan Rasul kah? 


Tentunya – meskipun sulit meneladani kedermawanan baginda – kita harus berusaha meniru kedermawanan Rasulullah. Ciri dari kedermawanan seseorang ialah senang bersedekah dari sebagian hartanya. 


Harta dan kekayaan, hakikatnya milik Allah. Ketika kita tidak memberikan bagian-Nya dengan cara bersedekah kepada orang yang membutuhkan, niscaya di akhirat kelak, harta kita akan dihisab. 


Bagi orang yang pelit bersedekah, ia akan mendapatkan siksa Allah, karena harta kepunyaan Allah tidak diberikan kepada orang yang berhak.


Namun, ketika kita menyedekahkan harta Allah, berarti kita telah mengembalikan harta-Nya yang dititipkan kepada kita. 


“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” (QS At-Taghaabun [64]:17).


Rasulullah hidupnya sederhana. Namun, meskipun hidup sederhana, beliau sangat murah hati dan banyak bersedekah. Sikap kedermawanan ini layak kita teladani agar mencintainya berwujud perbuatan mulia. Rasulullah sangat menyukai praktik bersedekah dengan apa pun yang dimilikinya. 


“Bersedekahlah kalian walau hanya dengan sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, dan memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Ahmad).


Coba bandingkan dengan kita? Ketika kita bersedekah, notabene yang disedekahkan adalah barng-barang lama, makanan sisa, dan uang kembalian. 


Rasulullah mah orangnya nggak begitu. 


Beliau memberikan seluruh uangnya hanya untuk bersedekah, tanpa memikirkan keperluan diri sendiri. 


Untuk menyaksikan kedermawanan Rasulullah, alangkah baiknya bila membaca sedekah Rasulullah dengan uang 8 dirham di bawah ini.


Di pagi hari yang cerah, Rasulullah nampak sibuk membolak-balik dan memperhatikan bajunya dengan cermat.Setelah diperhatikan secara seksama, ternyata baju yang tinggal satu-satunya itu sudah usang.


Rasulullah pun berniat menggantinya dengan baju baru. Maka, dengan uang 8 dirham yang dimilikinya, beliau pun berjalan kaki menuju pasar hendak membeli baju baru.


Di tengah perjalanan, Rasulullah bertemu dengan seorang wanita yang sedang menangis. Setelah ditanya, gerangan apa yang menimpanya sehingga membuatnya menangis.


Ternyata wanita itu, kehilangan uangnya. 


Rasulullah berusaha menenangkan hati wanita itu dengan lemah lembut.Lalu, beliau memberikan uang sebanyak 2 dirham kepada wanita itu.


Rasulullah pun melanjutkan perjalanannya menuju pasar. Sesampainya di pasar, beliau langsung mencari-cari baju yang diperlukannya.Setelah ketemu baju yang cocok,beliau membelinya dengan harga 4 dirham. 


Lalu, beliau pun bergegas pulang. 


Di tengah perjalanan, Rasulullah bertemu dengan seorang tua yang telanjang.


Beliau orangnya gampang tersentuh hati, sehingga ketika orang tua itu mengiba, memohon sepotong baju yang baru dibelinya itu; langsung diberikan.


Karena baju barunya itu dberika pada orang tua, beliau kembalike pasar untuk membeli baju lagi dengan uang tersisa 2 dirham. Dan, beliau mendapatkan baju seharga 2 dirham dengan kualitas lebih jelek dari sebelumnya.


Rasulullah pun pulang menuju rumahnya. Tetapi, ketika hendak pulang, di tengah perjalanan, beliau bertemu kembali dengan wanita yang menangis tadi.


Wanita itu nampak bingung dan gelisah.


Ketika Rasulullah bertanya kepada wanita itu,teryata ia takut pulang karena khawatir dimarahi majikannya. Subhanallah, dengan kemuliaan hati, beliau langsung menawarkan diri untuk mengantarkannya.


Sesampainya di rumah majikan wanita itu Rasulullah mengetuk pintu sambari megucap salam. 


”Assalamu’alaikum warahmatullah”, ujar Rasulullah.


Mendengar salam Rasulullah, mereka yang di dalam semuanya terdiam. Ketika dari dalam tak terdengar jawaban, Rasulullah mengucapkan salam lagi dengan agak keras. Tetap saja tak terdengar jawaban.


Rasulullah pun mengulang untuk ketiga kalinya dengan suara lantang, barulah dari dalam terdengar jawaban serentak.


Rupanya mereka bahagia dengan kedatangan Nabi, sehingga menganggap salam Rasulullah sebagai berkah dan ingin terus mendengarnya. 


Ketika Rasulullah behadapan dengan majikan wanita itu, lalu beliau berkata,”Pembantumu ini terlambat dan tidak berani pulang sendirian.Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya.”


Mendengar ucapan itu, mereka hanya menjawab, “Kami telah memaafkannya, dan bahkan membebaskannya.”


Budak itu bahagia tak terkira, ia pun berterima kasih kepada Rasulullah. Lalu bersyukur atas karunia Allah Swt.atas kebebasannya. 


Rasulullah pulang dengan hati gembira karena satu perbudakan telah terbebaskan dengan ridha Allah.


Beliau berujar,”Belum pernah kutemui berkah 8 dirham sebagaimana hari ini. Dari 8 dirham ini, mampu menenteramkan seseorang dari ketakutan, memberi 2 orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak.”


Ketika ada orang yang membutuhkan bantuan keuangan, beliau akan membantunya. Ketika ada yang meminta baju, beliau akan memberikannya. Bahkan, baju satu-satunya akan diberikan kalau ada orang yang membutuhkannya.*** (SAB)

Iklan