Universitas di Muhammadiyah Harus Berkualitas World Class University

Notification

×

Iklan

Iklan

Universitas di Muhammadiyah Harus Berkualitas World Class University

Senin, 27 Maret 2023 | 10:10 WIB Last Updated 2023-03-27T03:10:50Z


YOGYAKARTA
– Keberadaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk sekolah dan perguruan tinggi di dalamnya secara tak langsung menandakan pandangan Muhammadiyah terkait visi Islam Berkemajuan.


Pada Rapat Anggota Muhammadiyah bersama Kyai Ahmad Dahlan tanggal 17 Juli 1920, Kepala Bagian Sekolahan, Kiai Hisyam menegaskan misinya untuk mendirikan universitas, di mana saat itu belum pribumi yang memiliki universitas, apalagi dengan gedung yang megah. Saat itu, Kiai Hasyim berkata:


“Saya akan membawa kawan-kawan kita pengurus bagian sekolahan berusaha memajukan pendidikan dan pengajaran sampai dapat menegakkan gedung universiteit Muhammadiyah yang megah untuk mencetak sarjana-sarjana Islam dan maha-maha guru Muhammadiyah guna kepentingan umat Islam pada umumnya dan Muhammadiyah pada khususnya.”


103 tahun pasca komitmen Kiai Hisyam itu, Muhammadiyah kini memiliki 173 perguruan tinggi yang di antaranya memiliki gedung sangat megah. Menurut dosen UMM, Syamsul Arifin, kenyataan ini menandakan bahwa sebagian gagasan Islam Berkemajuan yang dimimpikan oleh Muhammadiyah generasi awal telah terwujud.


Dalam Pengajian Ramadan 1444 H PP Muhammadiyah, Sabtu (25/3/2023), Syamsul mengatakan jika standar ini perlu ditingkatkan dengan mengarahkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) ke arah universitas kelas dunia (world class university).


Mengutip konsep intelektualisme Fazlur Rahman, Syamsul mendorong Muhammadiyah memiliki peta jalan untuk mengarahkan PTMA yang dimiliki ke kualitas dunia.


Selain itu, PTMA perlu didorong menjadi tempat memproduksi dan mereproduksi gagasan kreatif, inovatif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar bahkan menjadi rujukan bagi masalah nasional.


Syamsul Arifin juga mengajukan kritik bahwa dari 173 PTMA yang dimiliki Persyarikatan, ternyata belum semuanya menampilkan karakter visi Islam Berkemajuan. Kekurangan ini dia harapkan menjadi perhatian Muhammadiyah ke depan.


“Sebab kalau bicara Islam Berkemajuan, Muhammadiyah harus menjadi benchmarking kelompok lain, termasuk Islam secara global,” tegasnya. ***(afn)