Platform Digital Serikat Usaha Muhammadiyah Diluncurkan!

Notification

×

Iklan

Iklan

Platform Digital Serikat Usaha Muhammadiyah Diluncurkan!

Senin, 17 April 2023 | 13:43 WIB Last Updated 2023-04-17T06:43:14Z


JAKARTA
– Mayoritas profesi dari generasi awal Muhammadiyah merupakan para pebisnis/pedagang sukses. Semangat inilah yang ingin kembali dibangkitkan oleh Muhammadiyah melalui peluncuran platform digital Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) pada Minggu (16/4/2023).


Dengan spesifikasi mentoring untuk mengakselerasi pebisnis yang naik kelas, maka SUMU menjadi sekian gerakan dakwah Muhammadiyah di bidang ekonomi di samping organ-organ terkait seperti MEK, MPM, LP UMKM, JSM, hingga BTM.


Menurut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, diluncurkannya SUMU memberi harapan bagi Muhammadiyah dalam mendorong pelaksanaan amanat Keputusan Muktamar di Makassar tahun 2015 tentang Pilar Ekonomi sebagai Pilar Ketiga Dakwah Muhammadiyah abad kedua.


Semangat Muhammadiyah mengerjakan amanat ini terutama karena Muhammadiyah telah mapan dalam melaksanakan dua pilar lain yaitu pendidikan dan kesehatan. Namun, dua pilar ini dianggap kurang memacu gerak Muhammadiyah karena keduanya berorientasi nirlaba atau non profit.


Meski pilar ekonomi belum optimal, usaha menggarap bidang ini kata dia telah menunjukkan geliat yang potensial. SUMU dianggapnya ideal untuk memajukan ekonomi Persyarikatan, termasuk ekonomi warga dan pegiatnya.


“Oleh karena itu sembari kita memajukan ekonomi organisasi, mempersiapkan segala-galanya, kita juga mendukung ekonomi anggota dan pengurusnya karena tujuan Muhammadiyah adalah berbuat baik pada anggotanya, warganya dan pada bangsa,” kata Anwar.


“Ini menjadi penting karena sebuah ideologi dan organisasi itu akan bisa kuat atau tidaknya tergantung pada tiga hal, siapa yang melahirkan, kedua, seperti apa pikiran yang diusung, dan ketiga sejauh mana organisasi itu bisa memberikan harapan,” imbuhnya.


Selain menekankan aspek manajemen dan transparansi, SUMU juga diminta Anwar Abbas agar nantinya melakukan profiling atau klasifikasi terhadap para anggotanya berdasarkan tingkat passion dalam berbisnis. Mereka yang memiliki tingkat passion tinggi, perlu didorong lebih dengan bantuan ekslusif.


“Passion itu penting, oleh karena itu kita perlu database untuk menganalisis siapa yang kira-kira passionnya memang tinggi, tinggi sekali, sedang dan lain-lain, supaya kita bisa melakukan pelipatan dan mampu mengakselerasi sehingga harapan saya, kalau bisa Muhammadiyah di tahun 2027 pada Muktamar nanti, pilar ekonomi dan bisnis ini sudah menonjol dan dapat dibanggakan,” pungkasnya. (afn) ***