Iklan

Iklan

,

Iklan

Haedar Nashir Ingatkan IPM Periode 2023-2025 untuk Merawat Kepribadian Tajdid di Era Kekinian

Redaksi
Kamis, 28 September 2023, 17:22 WIB Last Updated 2023-09-28T10:22:22Z


JAKARTA
– Pertumbuhan pesat teknologi mengantar manusia pada realitas baru di mana manusia menjadi pusat kendali semesta. Selain semakin instrumental, aspek-aspek teologis dan spiritual juga makin bias dan terkikis.


Realitas ini menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir harus menjadi pertimbangan dakwah bagi kepemimpinan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Periode 2023-2025.


“Maka dalam konteks ini IPM harus menjadi bagian dari orientasi gerakan strategis Muhammadiyah mewujudkan Islam Berkemajuan dalam mengawal gelombang perubahan itu. IPM dan seluruh organ di Muhammadiyah harus menjadi pelaku dakwah Muhamamdiyah yang membawa misi humanisasi, liberalisasi, dan transendensi. Itulah amar makruf nahi munkar Muhammadiyah,” pesannya.


Pada pengukuhan PP IPM periode 2023-2025 di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta,Selasa (26/9), Haedar menyebut fenomena antroposen tersebut harus dipahami IPM agar membawa dakwah yang menjadikan manusia tetap pada fitrahnya sebagai pemakmur bumi (khalifah fil ardh).


Untuk itu, berpesan agar IPM membangun karakter dan kepribadian tajdid dengan pemahaman bayani (dalil), burhani (ilmu pengetahuan), dan irfani (hikmah) yang saling terkoneksi satu sama lain. Sebab jika tidak terkoneksi, maka yang terjadi kata dia adalah teknologi minus nilai, ilmu pengetahuan hanya bersifat rasional minus spiritual dan keberagamaan yang kering sehingga melahirkan ateisme dan agnotisme.


“Nah ini perlu disadari oleh generasi Muhammadiyah agar dimensi dakwah kita ada keutuhan. Maka dalam semangat dakwah itu, jangan lupa fondasinya, bingkainya, agar baik dalam ranah politik, sosial, global dan seterusnya, IPM tetap pada bingkai qimmah, fikrah dan wawasan, tidak semata-mata pragmatis,” ucapnya.


Terakhir, Haedar berpesan agar kepemimpinan baru ini senantiasa merawat sistem organisasi agar target-target IPM tidak hanya tercapai, tapi juga berdampak luas bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda.


“Jaga organisasi secara sistem dan Muhammadiyah harus terus bergerak melakukan aktivitas-aktivitas yang menjadi concern gerakan. Jangan sampai pakem atau mengalami penurunan akibat pemilu 2024,” kata Haedar.


“Bangsa Indonesia selalu punya masalah, maka ketika ada kemajuan jangan larut dan lupa diri, tapi ketika ada masalah jangan jatuh diri dan pesimis tidak bisa menyelesaikan masalah. Asal semua pihak jujur dan tidak memanipuslasi ketika ingin menyelesaikan masalah. Harus berani melakukan koreksi, karena kalau kita jalan terus di jalan yang salah, sunatullah akan tetap terjadi,” ingatnya.


“Manfaatkan ruang terbuka ini untuk aktualisasi peran sebagaimana Muhammadiyah mendaki IPM sebagai pilar Muhammadiyah dari pelajar untuk hadir jadi sosok generasi ulul albab yang menyinari negeri ini, mencerahkan semesta dan membawa misi Islam Berkemajuan,” pungkas Haedar. ***(afn)

Iklan