Iklan

Iklan

,

Operasionalisasi Akidah: Dari Konsep Besar ke Aksi Nyata

Tim Redaksi
Jumat, 27 Februari 2026, 07:16 WIB Last Updated 2026-02-27T00:16:27Z


TANGERANG, muhammadiyahgoodnews.id
– Konsep besar akidah dan keyakinan visi besar Persyarikatan harus bisa dioperasionalisasikan di dunia ini, bahkan sampai pada urusan-urusan mikro dalam kehidupan.


Pesan itu disampaikan oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief pada Rabu (25/02/2026) dalam Pengkajian Ramadan 1447 PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).


Akidah Islam menurut Hilman harus memiliki operasionalisasi konsep. Sehingga antara ajaran normatif agama dengan realitas kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global tidak boleh berjarak.


“Sebab ada juga yang tampilannya religius. Kaya agamis. Tapi sebenarnya kedoknya lebih besar dari pada esensinya,” ungkap Hilman Latief.


Melihat ke dalam diri Persyarikatan, Hilman menyampaikan, narasi, konsep maupun gagasan besar yang dihasilkan oleh PP Muhammadiyah harus bisa dijelaskan sampai pada warga Muhammadiyah di bawah.


“Jadi keyakinan akidah, dan keyakinan visi besar ini yang bisa diterapkan di dunia ini. Sampai pada hal-hal yang kecil-kecil,” katanya.


Mengambil contoh dari tema Milad ke-113 Muhammadiyah “Memajukan Kesejahteraan Bangsa,” Hilman meredefinisi, bahwa kesejahteraan bangsa itu sama dengan menyejahterakan warga Muhammadiyah.


Secara lebih konkrit, Guru Besar Filantropi Islam ini menyebut, kesejahteraan itu salah satunya seperti menjamin hari tua warga Muhammadiyah. Isu ini sampai sekarang masih diusahakan realisasinya oleh Muhammadiyah.


Meskipun demikian, sudah ada langkah taktis yang diambil oleh beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk merealisasikan jaminan hari tua bagi warga Muhammadiyah, seperti adanya Dana Pensiun (Dapen) di AUM tersebut.


“Tapi saya ingin ada konsep yang kuat tentang jaminan hari tua bapak-bapak yang jadi pimpinan ini. Pimpinan Daerah, Cabang, Ranting, AUM, di SD dan seterusnya,” katanya.


Selain itu, PP Muhammadiyah berkolaborasi dengan Pemerintah maupun swasta lain, termasuk perbankan sedang mengusahakan adanya perumahan bagi kader, pimpinan, guru, termasuk warga Muhammadiyah yang mengalami kesulitan.***