Iklan

Iklan

,

Menembus Pelosok Negeri: 90 Persen Warga Daerah 3T Puas atas Dakwah Komunitas Muhammadiyah

Tim Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026, 11:36 WIB Last Updated 2026-08-26T04:36:59Z
Infografis hasil Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Program Dakwah Komunitas LDK PP Muhammadiyah tahun 2025.

Infografis hasil Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Program Dakwah Komunitas LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2025. (Foto: LDK PP Muhammadiyah/Suara Muhammadiyah)


JAKARTA — Dakwah Muhammadiyah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mendapat penilaian positif dari masyarakat yang dilayaninya. Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Program Dakwah Komunitas yang digelar Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2025 mencatat 90 persen responden menyatakan puas dan sangat puas terhadap layanan program secara keseluruhan.

Angka tersebut bukan capaian tunggal. Pada aspek yang lebih rinci, penilaian masyarakat justru lebih tinggi lagi. Sebanyak 95 persen responden mengapresiasi manfaat kegiatan bagi pengembangan diri jamaah, sementara 94 persen menilai positif kejelasan dan sistematika penyampaian materi yang dibawakan para dai.

Adapun dua aspek yang menyisakan ruang perbaikan adalah ketersediaan fasilitas penunjang kegiatan (86 persen) dan kemudahan akses menuju lokasi binaan (87 persen). Dua angka ini sekaligus menggambarkan tantangan klasik dakwah di daerah 3T: medan yang berat dan sarana yang terbatas.

Dai yang Tumbuh Bersama Masyarakat

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menilai hasil survei tersebut menegaskan bahwa keberhasilan dakwah tidak diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, melainkan dari perubahan yang dirasakan masyarakat.

"Dakwah bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi bagaimana pesan itu menghadirkan kebaikan, menguatkan masyarakat, dan melahirkan perubahan nyata dalam kehidupan mereka," ujar Arifin.

Ia menekankan bahwa pola pendampingan menjadi kunci. Dai komunitas tidak ditempatkan sebagai tamu yang singgah sesaat, melainkan sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.

"Dai hadir bukan sekadar datang dan pergi, tetapi tumbuh bersama masyarakat, mendampingi mereka dan ikut merasakan persoalan yang dihadapi," tambahnya.

Enam Pilar Program Dakwah Komunitas

Program Dakwah Komunitas LDK PP Muhammadiyah bertumpu pada enam pilar layanan, yaitu pendampingan masyarakat dan mualaf, Mualaf Learning Center (MLC), pengembangan ekonomi produktif, pendampingan pendidikan, pembangunan sarana keagamaan, serta penguatan kapasitas komunitas.

Rangkaian pilar itu diterjemahkan ke dalam kegiatan yang sangat membumi di lapangan: renovasi masjid dan musala di pelosok, pembinaan intensif bagi mualaf, distribusi Al-Qur'an dan bahan bacaan keislaman, pemberian tunjangan bulanan bagi dai yang ditugaskan, pelatihan keterampilan dan modal usaha, hingga penyaluran bantuan Ramadan dan hewan kurban.

Jangkauan programnya menyebar dari Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Mentawai, hingga Sulawesi Selatan — daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau layanan keagamaan maupun layanan dasar lainnya.

Pertemuan LDK PP Muhammadiyah dengan Agung Sedayu Group di Menara Syariah, PIK 2, membahas penguatan dakwah daerah 3T.

LDK PP Muhammadiyah bertemu Agung Sedayu Group di Menara Syariah, PIK 2, Banten, membahas penguatan dakwah di daerah 3T. (Foto: Istimewa/Suara Muhammadiyah)


Menggandeng Dunia Usaha

Untuk menjaga keberlanjutan program, LDK PP Muhammadiyah mulai membuka pintu kolaborasi lintas sektor. Pada Selasa (18/8/2026), LDK bertemu manajemen Agung Sedayu Group di Menara Syariah, PIK 2, Banten. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Muhadjir Effendy, Ketua LDK PP Muchamad Arifin, dan Hefinal Chairan, yang disambut Presiden Direktur Agung Sedayu Group Nono Sampono.

"Dakwah di daerah 3T tidak cukup hanya dengan mengirim dai," ujar Arifin dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, dibutuhkan ekosistem pendukung yang berkelanjutan — mulai dari sarana ibadah, akses pendidikan, hingga penguatan ekonomi warga. Karena itu LDK mendorong keterlibatan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan perguruan tinggi agar dampak dakwah tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Bagi Persyarikatan, hasil survei ini menjadi cermin sekaligus pekerjaan rumah. Kepercayaan masyarakat sudah terbangun; tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas dan akses menyusul kepercayaan tersebut, sehingga dakwah komunitas benar-benar mampu menguatkan umat hingga ke pelosok negeri. (*)

Sumber: Suara Muhammadiyah, LDK PP Muhammadiyah (ldkmuh.or.id)