Rombongan Polda Sumatera Utara bersama pimpinan UMSU meninjau pembangunan Auditorium Berkemajuan di Kampus IV UMSU, Desa Saentis, Deli Serdang, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Tajdid.id)
DELI SERDANG — Persiapan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Sumatera Utara terus dimatangkan. Sejumlah bangunan utama yang akan menjadi arena permusyawaratan tertinggi Persyarikatan itu kini memasuki tahap penyelesaian, sementara dukungan dari pemerintah daerah dan aparat keamanan mulai berdatangan.
Kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, ditetapkan sebagai kawasan utama penyelenggaraan. Di lahan inilah berdiri Auditorium Berkemajuan, Sport Hall Walidah, dan Masjid KH Ahmad Dahlan yang disiapkan khusus untuk menyambut hajatan akbar warga Muhammadiyah.
Auditorium Berkemajuan menjadi bangunan paling monumental. Gedung berkapasitas 7.500 orang tersebut menelan biaya sekitar Rp235 miliar dan ditargetkan rampung pada Maret 2027. Adapun Sport Hall Walidah berkapasitas 2.500 orang — yang akan digunakan untuk Muktamar 'Aisyiyah ke-49 — progres pembangunannya sudah menembus kisaran 90 persen. Masjid KH Ahmad Dahlan yang berdiri di kompleks yang sama disiapkan untuk menampung sekitar 1.500 hingga 2.500 jamaah.
Rektor UMSU, Prof Dr Akrim, menyampaikan rasa syukur atas capaian pembangunan yang berjalan lebih cepat dari rencana, khususnya untuk gedung yang akan dipakai 'Aisyiyah.
"Maka selamat untuk ibu-ibu 'Aisyiyah, gedungnya lebih duluan siap dibanding gedung Muktamar Muhammadiyah," ujar Akrim.
Polda Sumut Siap Mengawal
Sinyal dukungan juga datang dari kepolisian. Direktur Siber Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Dr H Bayu Wicaksono, bersama rombongan meninjau langsung lokasi venue di Kampus IV UMSU pada Sabtu (1/8/2026). Ia menegaskan kesiapan institusinya menyukseskan agenda lima tahunan Persyarikatan tersebut.
"Polda Sumatera Utara siap ikut mengawal dan menyukseskan agenda besar Persyarikatan Muhammadiyah ini agar dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar," kata Bayu Wicaksono.
Pernyataan itu disambut hangat tuan rumah. Prof Akrim, yang didampingi Wakil Rektor Prof Dr Muhammad Qorib dan perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, menyebut dukungan tersebut sebagai "sebuah kehormatan sekaligus penyemangat bagi UMSU dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah."
Panitia Pelaksana Pusat meninjau kesiapan venue Muktamar ke-49 di Kampus IV UMSU, Minggu (7/6/2026). (Foto: muhammadiyah.or.id)
Venue Pembukaan Masih Dikaji
Satu hal yang belum diputuskan adalah lokasi pembukaan Muktamar. Ketua Panitia Pelaksana (OC) Muktamar ke-49, Dr Agung Danarto, bersama Dr M Nurul Yamin dan Yorri Karebet sebelumnya telah menyisir sejumlah alternatif di Kota Medan.
"Dua stadion yang ada di Medan Sumatera Utara sudah sangat layak untuk dijadikan venue pembukaan," ujar Agung Danarto.
Dua nama yang mengemuka adalah Stadion Utama Sumatera Utara dan Stadion Teladan. Panitia masih melakukan kajian sebelum menjatuhkan pilihan final, dengan pertimbangan kapasitas, akses, dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Stadion Teladan Medan menjadi salah satu kandidat lokasi pembukaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah. (Foto: Suara Muhammadiyah)
Digelar November 2027
Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dijadwalkan berlangsung pada November 2027 di Sumatera Utara. Penetapan tersebut disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu'ti, yang sekaligus memimpin Panitia Pengarah (SC). Struktur kepanitiaan pusat mencakup Dr Agung Danarto sebagai Ketua Panitia Pelaksana dan Dr Muhammad Sayuti sebagai Ketua Panitia Pemilihan.
Dalam sejumlah agenda sosialisasi panitia, Muktamar kali ini disebut mengusung tema "Islam Berkemajuan, Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya" — tema yang menegaskan kembali komitmen Persyarikatan pada pencerahan umat dan kontribusi bagi bangsa.
Menjelang puncak acara, panitia juga menyiapkan rangkaian Semarak Muktamar di berbagai daerah, termasuk peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah yang diproyeksikan dihadiri 15.000 hingga 20.000 peserta.
Bagi warga Persyarikatan, kembalinya Muktamar ke Tanah Deli bukan sekadar urusan gedung dan jadwal. Medan adalah kota bersejarah bagi perjalanan Muhammadiyah, dan gelaran 2027 nanti diharapkan menjadi momentum baru bagi gerakan dakwah Islam berkemajuan di Sumatera. (*)
Sumber: muhammadiyah.or.id, Suara Muhammadiyah, Tajdid.id



