Pemuda Muhammadiyah Kota Bandung Peduli Kesehatan Masyarakat

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemuda Muhammadiyah Kota Bandung Peduli Kesehatan Masyarakat

Selasa, 10 Agustus 2021 | 12:24 WIB Last Updated 2022-09-05T09:36:06Z


BANDUNG
– Muhammadiyah harus bergerak. Diawali ketika KH Ahmad Dahlan ngaji bersama santrinya tentang Surat Al Ma’un. Sampai berkali-kali selalu diulang-ulang oleh Kiai Dahlan, padahal para santri merasa sudah hapal bunyi surat dengan 7 ayat ini. Yang diminta Sang Kiai tidak hanya hapal, juga mengamalkan.


Itulah gerakan Muhammadiyah. Ini juga yang sekarang dilakukan keluarga besar Muhammadiyah dimanapun berada, setidaknya di masa pandemi Covid-19. Termasuk dilakukan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Bandung, Jawa Barat.


Hari Senin (9/8/2021) mereka melakukan aksi nyata dengan membagikan makanan pokok, beras, dan minuman. Sasarannya adalah guru honorer, ojek online, dan pedagang keliling.


Menurut Ketua PDPM Kota Bandung, Cepi Aunilah, kegiatan sosial ini merupakan kegiatan berbagi bersama yang rutin dilakukan PDPM setempat dalam rangka menanggulangi dampak penerapan PPKM.


Untuk bahan pokok seperti beras  dikhususkan bagi guru honorer sekolah Muhammadiyah di Kota Bandung. Sedangkan makanan pokok dibagikan untuk ojek online dan pedagang keliling.


Wilayah pembagian sendiri, jelasnya, untuk sesi 1 dan 2  difokuskan di Cabang Muhammadiyah Coblong dan Sukajadi khusunya di SD Muhammadiyah 4 dan 6.


Paket bahan pokok beras ini sebanyak 5 kilogram yang diberikan kepada setiap guru honorer. Pembagian dilakukan secara langsung dengan mendatangi sekolah-sekolah tersebut.


“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban guru honorer dalam menghadapi pandemi Covid-19,” katanya. Selain sembako, PDPM Kota Bandung juga membagikan masker, hand sanitizer dan cairan desinfektan.


Aksi sosial ini, lanjut Cepi, juga untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ia mengimbau masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah dan Edaran PP Muhammadiyah.


“Gunakan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak, dan segera melaporkan ke pihak kesehatan setempat apabila ada informasi masyarakat yang memiliki gejala seperti corona,” katanya.