Cak Nanto Dukung Jokowi Jadi Bapak Pemuda Indonesia

Notification

×

Iklan

Iklan

Cak Nanto Dukung Jokowi Jadi Bapak Pemuda Indonesia

Jumat, 29 Juli 2022 | 14:08 WIB Last Updated 2022-07-29T07:08:20Z


Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan dijuluki sebagai Bapak Pemuda Indonesia sebagaimana Presiden terdahulu yang juga disematkan dengan berbagai macam sebutannya. Hal ini dikatakan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda, Muhammadiyah, Sunanto. 


"Saya berharap Pak Jokowi kita sematkan seperti Presiden Soekarno dengan Bapak Proklamator, Soeharto disematkan sebagai Bapak Pembangunan, Habibie disematkan sebagai Bapak Teknologi. Saya harap Pak Jokowi menegasikan diri sebagai legacy yang berkepanjangan adalah Bapak Pemuda Indonesia," ujarnya dalam diskusi bertema Pemuda Bertanya: Apa Legacy Jokowi?, Kamis (21/7/2022). 


Menurutnya, ada berbagai macam pertanyaan terkait Jokowi, khususnya karyanya selama menjabat sebagai Presiden Indonesia. Terlepas dari berbagai macam anggapan masyarakat tertentu terkait Jokowi sebagaimana di media sosial, masyarakat berharap mengetahui legacy Jokowi, yang mana berupa cita-cita yang ditinggalkan di masa depan, bukan hanya masa lalu. 


"Sekarang kita cari apa sih sebanarnya Pak Jokowi itu, kalau kita lihat apa yang mau disematkan pada Presiden (Jokowi) kita saat ini. Kalau dahulu Bung Karno kan kita sematkan Bapak Proklamator, Soeharto disematkan Bapak Pembangunan, Habibie disematkan Bapak Teknologi, Gus Dur disematkan Bapak Pluralisme, Megawati sebagai Penegak Konstitusi, SBY disematkan Bapak Perdamaian," tuturnya. 


Dia menerangkan, Jokowi sebagai Presiden memang melakukan banyak pekerjaan infrastruktur dan pembangunan SDM, hanya saja tak sesuai bila disematkan sebagai Bapak Infrastruktur. Selain mirip dengan penyematan Soeharto sebagai Bapak Pembangunan, juga siapa pun bisa melakukan pekerjaan infrastruktur. 


"Bagi saya ada hal penting, Pak Jokowi sangat inspiratif bagi kami sebagai aktivis. Lalu, tak ada sesuatu yang di dalam bayangan dia menjadi Presiden, tapi dia mampu mewujudkannya itu, menjadi inspirasi bagi anak muda," terangnya. 


Pria yang dikenal dengan sebutan Cak Nanto itu menerangkan, Jokowi lebih cocok dengan penyematan Bapak Pemuda Indonesia lantaran dia mampu dan berani mengangkat anak muda meski terkadang anak muda itu ditempatkan tak sesuai dengan job description kemampuannya. Misalnya saja Nadiem Makarim yang diangkat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbduristek). 


"Saya apresiasi beliau menempatkan anak muda, tapi saya lebih apresiasi kalau menempatkan anak muda pada tempatnya yang sesuai dengan kemampuannya. Seharusnya ketika dia mengangkat para stafsus milenial itu, itu bagi saya harus dimanfaatkan betul karena itu menjadi legacy Pak Jokowi," terangnya. 


Maka itu tambahnya, dia pun mendorong agar Jokowi sebagai Presiden Indonesia disematkan sebagai Bapak Pemuda Indonesia lantaran inspirasi yang dilakukan Jokowi itu merupakan harapan, bukan hanya tentang pekerjaan infrastrukturnya saja. 


Apalagi, Jokowi bakal memasuki periode kesepiannya di tahun 2023 mendatang atau menjelang akhir masa jabatannya lantaran mulai memasuki pergolakan politik. 


"Saya sangat mendorong Pak Jokowi itu diangkat sebagai Bapak Pemuda Indonesia karena inspirasi itu sebagai harapan tidak hanya infrasturktur, kalau cuma beton-beton siapa pun bisa, Menteri-Presiden siapa pun kalau cuma mau bikin beton bisa, tapi membangun inspirasi, membangun harapan belum tentu semua orang bisa, maka Pak Jokowi ada di situ membangun aspirasi membangun, harapan terhadap setiap anak-anak muda," katanya.