4 Prinsip Manajemen Sukses dalam Kandungan Surat Al-Fatihah

Notification

×

Iklan

Iklan

4 Prinsip Manajemen Sukses dalam Kandungan Surat Al-Fatihah

Minggu, 18 September 2022 | 11:15 WIB Last Updated 2022-09-18T04:16:08Z


Surat Al Fatihah merupakan surah yang agung yang dibaca minimal 5 kali sehari oleh setiap muslim ketika melaksanakan sholat, bahkan sholat dianggap tidak sah ketika surah Al Fatihah tidak dibacakan di dalamnya.


Menurut Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mohammad Damami Zein, Surah al Fatihah juga merupakan surah motivasi dalam hal manajemen, baik itu manajemen kerja, manajemen hidup dan lain sebagainya di mana hal ini yang terkandung didalam ayat 1-4.


“Manajemen itu ilmu modern, jadi tidak bisa kita tinggalkan atau menganggap sepele, bukan ingin mencocok-cocokkan, tapi sebetulnya itu sudah terdapat dalam surat Al Fatihah terutama dalam ayat 1-4, ada yang tersurat dan ada yangs tersirat, yang terisrat yang ini lah yang diperlukan untuk melengkapi pemahaman yang tersurat,” ucap Damami dalam acara Pengajian malam selasa PRM Tamantirto Utara (13/9/2022).


Damami menjelaskan bahwa dalam manajemen ada 4 konsep yang paling populer, yaitu Plan, Actual, Monitor dan Evaluasi. Konsep pertama yaitu, Plan atau planning, hal ini terdapat dalam ayat 1 surat Al Fatihah, Bismillahirrahmanirrahim, yakni merencanakan apapun dalam hidup boleh boleh saja tapi harus tetap menjaga nama Allah, juga ada sebutan Rahman dan Rahim, di mana menurut Damami Rahman lebih tepat disebut sebagai rasa simpati. Sedangkan ar rohim itu empati.


Kedua, setelah berencana atau menyiapkan planning, maka harus dilaksanakan dengan sesungguhnya yakni actual Atau actuating, hal ini terdapat dalam Q.S Al Fatihah ayat 2. Didalam ayat tersebut juga terdapat kata robbul yaitu sifat rububiyah yakni Allah mempunyai sifat Menciptakan, Mengatur, Memelihara, Membina, Melayani dan Melindungi.


Ketiga, monitoring, adalah dengan memberi simpati dan empai tetapi di cahayai oleh rububiyah Allah tadi. Monitoring yang dilakukan dengan simpati dan empati, maka akan untuk menjadi sombong.


“Keempat, Evaluasi yang berarti objektivasi, membuat seperti apa adanya. Artinya biasanya kita melihat sesuatu terpengaruh oleh cara pandang kita sebelumnya, akhirnya objektif atau sikap apa adanya jadi berkurang atau turun bahkan kalau tidak hati hati bisa hilang,” jelasnya.


Oleh karena itu, Damami meminta Untuk setiap muslim, khususnya warga persyarikatan Muhammadiyah perlu membiasakan menerapkan prinsip manajemen quran dalam kehidupan yang terkandung dalam surat Al Fatihah.


Damami juga berharap Persyarikatan muhammadiyah tetap terjaga sifatnya sebagai Gerakan pembaharuan, maka manajemen qurani juga perlu diterapkan secara struktural, dari pimpinan pusat sampai pimpinan ranting. Selain Itu harus dijadikan Sebagai Gerakan kultural, Gerakan yang perlu dibudayakan. (Mutia/Syifa)


Sumber: muhammadiyah.or.id