Makna Simbolis Sang Surya dalam Mars Muhammadiyah, Dadang Kahmad: Sumber Energi Kehidupan

Notification

×

Iklan

Iklan

Makna Simbolis Sang Surya dalam Mars Muhammadiyah, Dadang Kahmad: Sumber Energi Kehidupan

Senin, 26 September 2022 | 12:17 WIB Last Updated 2022-09-26T05:17:26Z


Menyelami makna-makna simbolis dari potongan bait lagu Sang Surya “di timur fajar cerah gemerlapan”, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad meyakini bahwa kemajuan Muhammadiyah di wilayah Indonesia timur akan semakin pesat dan bergeliat. 


Khususnya untuk Sulawesi Selatan, kata Dadang, bisa jadi merupakan wilayah Muhammadiyah yang terbesar di luar Jawa.


“Oleh karena itu mungkin itulah makna dari nyanyian Mars Muhammadiyah,” ungkap Dadang pada, Sabtu (24/9) di acara Rapat Koordinasi Wilayah PWM Sulawesi Selatan.


Muhammadiyah memakai matahari sebagai simbol, kata Dadang harus dimaknai sebagai semangat memberi dan matahari juga sebagai sumber energi. Oleh karena itu, mendekati Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah, maka ‘sumber energi’ ini harus menerangi seluruh dunia.


Menyinggung tentang ditundanya Muktamar 48 akibat badai pandemi covid-19, menurutnya ini adalah bentuk komitmen Muhammadiyah terhadap ilmu pengetahuan. Artinya bahwa yang dilakukan oleh Muhammadiyah memiliki landasan ilmu pengetahuan, selain dalil Al Quran dan Hadist, juga ilmu-ilmu pengetahuan umum.


Menurutnya ini merupakan semangat dari Islam yang Berkemajuan, “Ilmu pengetahuan itu menjadi pijakan dalam beberapa pengambilan kebijakan di PP Muhammadiyah.” Tuturnya.


Implementasi lain dari Islam yang Berkemajuan adalah dibangunnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) yang semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT dan sebagai perwujudan usaha untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. 


Sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi, Dadang memprediksikan bahwa kedepan zaman akan terus dinamis dan kemajuan era digital ini tidak bisa dielakkan. Maka meski pandemi sudah melandai, namun dalam penyelenggaraan Muktamar 48 nanti, di beberapa agenda tetap akan menggunakan model daring.


“Karena memang zaman yang memaksa kita seperti itu, sekarang kita rapat-rapat PP itu jarang ketemu, kita sering memakai zoom. Saat ini kita jarang sekali rapat luring [tetapi daring], karena itu efisien,” ungkapnya.


Kehidupan digital menurutnya akan menjadi realitas yang akan dijalani manusia dalam tahun-tahun kedepan. Kegiatan yang bersifat pertemuan secara fisik, kedepan akan semakin banyak berkurang. Pertemuan secara daring menurutnya juga membuat pekerjaan lebih efektif dan efisien.


Sumber: muhammadiyah.or.id