Tugas Mubaligh Muhammadiyah Menjaga Arah Ideologi Persyarikatan

Notification

×

Iklan

Iklan

Tugas Mubaligh Muhammadiyah Menjaga Arah Ideologi Persyarikatan

Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:05 WIB Last Updated 2022-10-13T09:05:18Z


Muhammadiyah merupakan gerakan Islam amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid. Ciri ini muncul sejak dari kelahirannya dan tetap melekat tidak terpisahkan dalam jati diri Muhammadiyah sejak tahun 1912. 


Sebagai gerakan dakwah, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Faturahman Kamal menyampaikan urgensi keberadaan kader di bidang tabligh dan tarjih.


Menurut Fathurrahman, Muhammadiyah memiliki segudang amal usaha yang bergerak di ragam wilayah sosial. Ada ratusan kampus, ribuan sekolah, dan belasan ribu TK Aba. Keberadaan amal usaha ini jangan sampai melupakan arah ideologi persyarikatan. 


Selain membangun kemandirian ekonomi, Muhammadiyah juga harus merawat ideologi gerakan mereka. Tugas ini begitu penting namun hanya sedikit orang yang ingin terlibat di dalam menjaga arah ideologi perjuangan Muhammadiyah.


“Di Muhammadiyah itu ada banyak orang yang ingin jadi rektor, ada banyak orang bisa jadi direktur rumah sakit, ada banyak orang yang bisa jadi kepala sekolah. Tapi hanya ada sedikit orang yang memiliki komitmen dan kehendak untuk menjaga arah ideologi perjuangan Muhammadiyah khususnya di bidang tabligh dan tarjih,” ucap Fathurrahman dalam Pelatihan Nasional Mubaligh Muda Muhammadiyah (PNM3) ke-13 pada Rabu (05/10/2022) di gedung Tabligh Institute.


Fathurrahman turut menyampaikan bahwa bila anak-anak muda Indonesia, khususnya angkatan muda Muhammadiyah, dibangun pola pikirnya, akhlaknya mulia, maka akan menjadi negeri yang sukses. 


Sebaliknya, akan menjadi negara gagal total, jika ledakan populasi hanya angka-angka statistik tanpa adanya kualitas individu yang baik, pola pikirnya lurus, dan memiliki akhlak yang baik.


“Bila kita berhasil meng-Engineering anak-anak muda Indonesia, termasuk angkatan muda muhammadiyah, maka insyaallah akan menjadi bangsa/negara yang berhasil." tegasnya. 


Sebaliknya ia mengungkapkan bahwa bila kita sampai gagal meng-Engineering generasi muda hari ini, maka ketika terjadi ledakan populasi, maka sesungguhnya kita sedang menyusuri fase kegagalan sebagai bangsa dan negara yang berhasil.


Dalam acara Pelatihan Nasional Mubaligh Muda Muhammadiyah (PNM3) ke-13 ini, turut hadir Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti. Dalam sambutannya ia menegaskan agar para muballigh harus memiliki kedekatan dengan masjid.


“Maka cita-citamu di jalan dakwah akan semuanya terwujud. Dimanapun kamu berjuang di ladang dakwah, maka semuanya akan terwujud. Dan Kami ingin kader-kader Mubaligh muda itu jauh lebih banyak yang menjadi agen-agen dakwah. Semoga peserta pelatihan PNM3 sukses dan menjadi pendakwah di luar negeri dan dalam negeri,” pungkas Sayuti.