Muhammadiyah Amerika Serikat, Diminta Rutin Kaji Risalah Islam Berkemajuan

Notification

×

Iklan

Iklan

Muhammadiyah Amerika Serikat, Diminta Rutin Kaji Risalah Islam Berkemajuan

Senin, 19 Desember 2022 | 13:35 WIB Last Updated 2022-12-19T06:35:46Z


JAKARTA
– Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua yang membidangi wakaf dan ZIS, Prof. Hilman Latief menghadiri secara daring konvensi tahunan ketiga (The 3rd Annual Convention of Muhammadiyah USA) PCIM Amerika Serikat (AS), Sabtu (wajah 17/12/2022).


Pada kesempatan itu, Hilman berpesan agar warga Muhammadiyah AS ke depan rajin menggelar pengajian internal untuk membedah Risalah Islam Berkemajuan sebagai basis gerakan ke depan.


Pasalnya kata dia, dalam risalah tersebut disebutkan bahwa Muhammadiyah akan lebih banyak bergerak dan berkontribusi aktif pada tataran global.


“Bagaimana Muhammadiyah berperan dalam agenda global, perdamaian dunia, berpartisipasi dalam resolusi konflik, bantuan-bantuan kemanusiaan dan lain-lain. Ini menjadi semangat dari Persyarikatan bahwa peran global mereka masih bisa dilakukan dan akan terus dilakukan melalui kreativitas di tingkat domestiknya,” ujarnya.


Muhammadiyah sendiri kata Hilman memiliki bangunan gerakan yang kokoh dengan adanya LazisMu. Melalui LazisMu, teologi dan prinsip gerakan Muhammadiyah di tingkat domestik dan global bisa terejawantahkan, bahkan telah diakui dan dipuji oleh banyak pihak. 


Hal inilah yang dia dorong agar juga diaplikasikan oleh PCIM Amerika Serikat.


“Dengan keberadaan Lazismu, Muhammadiyah memiliki peran-peran yang membanggakan di masyarakat, bahkan interpretasi Lazismu tentang zakat, infak, sedekah (ZIS) dikontekstualisasikan dengan pembangunan SDG’s sehingga oleh Bapenas, Lazismu ditempatkan sebagai organisasi (pengelola ZIS) terbaik,” tuturnya.


Prinsip gerakan Muhammadiyah yang terbuka dan modern, kata Hilman menuntut interpretasi kreatif yang kontekstual sesuai dengan permasalahan di lapangan. 


Tantangan menjadi uswah hasanah yang tidak mudah ini, kata dia akan ringan jika pegiatnya memahami basis dan landasan Persyarikatan dengan baik.


“Saya kira penting bagi Bapak-Ibu ke depan untuk membuat pengajian khusus tentang Risalah Islam Berkemajuan, begitu juga sama halnya mengkaji pedoman-pedoman organisasi/AD/ART sehingga cara Bermuhammadiyah kita lebih pada bagaimana menurut dokumen-dokumen resmi yang lahir di Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkasnya. ***