Prof Hilman Latief: Muhammadiyah Perlu Dana Abadi untuk Menjaga Keberlanjutan Dakwahnya

Notification

×

Iklan

Iklan

Prof Hilman Latief: Muhammadiyah Perlu Dana Abadi untuk Menjaga Keberlanjutan Dakwahnya

Senin, 30 Januari 2023 | 12:40 WIB Last Updated 2023-01-30T05:40:25Z


TANAH LAUT
– Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP), Hilman Latief menuturkan bahwa, dakwah di era kekinian yang kental akan teknologi informasi, penting untuk mendudukkan atau mensinkronkan dakwah dengan teknologi, supaya konten dakwah bisa menjangkau lebih jauh, luas dan cepat.


Tidak bisa dipungkiri, bahwa teknologi infomasi masuk lebih dalam dan berpengaruh besar di berbagai sendi kehidupan masyarakat. Lebih-lebih di kalangan milenial, kehidupan mereka melekat erat bahkan sampai tergantung pada teknologi, seperti gawai yang mereka gunakan untuk mengakses banyak hal.


Kenyataan tersebut menjadi catatan penting yang disampaikan Hilman Latief pada, Sabtu (28/1/2023) di Aula Sarantang Seruntung Pelaihari dalam acara Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-38 Muhammadiyah Kalimantan Selatan (Kalsel). 


Selain menyampaikan tentang sinkronisasi dakwah dengan teknologi, Hilman juga mendorong keterlibatan Persyarikatan Muhammadiyah di bidang pendayagunaan haji yang multi aspek.


Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI ini juga menuturkan, bahwa dalam pelaksanaan Ibadah Haji setidaknya memiliki tiga manfaat yaitu manfaat sosial, spiritual dan ekonomi. Pada manfaat ekonomi, umat Islam Indonesia khususnya Muhammadiyah belum bisa terlibat aktif.


“Karena itu, saya untuk kedepan ingin membangun suatu konsep sustainable Muhammadiyah financial systems dimana kita bisa merumuskan suatu agenda besar sistem pendanaan persyarikatan Muhammadiyah yang juga berkelanjutan, berkesinambungan, dan terdesain dengan baik.” ungkapnya.


Selain mendorong keterlibatan Persyarikatan Muhammadiyah dalam konstruksi ekonomi ibadah haji, Hilman juga berharap Persyarikatan Muhammadiyah untuk memiliki dana abadi yang bisa menjaga keberlanjutan dakwah Muhammadiyah, seperti menggaji guru dan menjadi pilar yang menyokong kegiatan dakwah Muhammadiyah yang lain.


“Harapannya saya ingin kita bangun konstruksi dan arsitektur keuangan persyarikatan Muhammadiyah kedepan, seratus tahun kedepan seperti apa. Konsep dana abadi kita mau bagaimana, dana abadi untuk pendidikan, dana abadi untuk kemanusiaan, dana abadi untuk kesehatan, tiga itu saja pilarnya kita buat sistem yang kuat dalam bentuk kerja keras.” Ungkap Hilman.***