Dakwah Digital di Muhammadiyah Jangan Bikin Masjid Sepi Jamaah

Notification

×

Iklan

Iklan

Dakwah Digital di Muhammadiyah Jangan Bikin Masjid Sepi Jamaah

Minggu, 14 Mei 2023 | 12:38 WIB Last Updated 2023-05-14T05:38:35Z


YOGYAKARTA
— Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia menempati urutan pertama dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Lebih kurang ada 800.000 Masjid yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Fakta ini begitu membanggakan namun sekaligus memprihatinkan.


Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais mengatakan bahwa masjid seharusnya menjadi jawaban atas seluruh persoalan masyarakat. Ia menginginkan agar masjid-masjid Muhammadiyah yang jumlahnya ratusan ribu tidak terbatas untuk urusan ibadah dan pengajian. Tidak hanya sebagai tempat salat dan majelis taklim, masjid seharusnya menjadi tumpuan ketahanan keluarga dan ekonomi masyarakat.


“Masjid yang baik tidak hanya untuk salat dan majelis taklim, tapi juga termasuk harus bisa menekan angka perceraian. Masjid-masjid Muhammadiyah jangan terbatas hanya untuk ibadah,” tutur Dahlan Rais dalam acara Dialog Ideopolitor di Universitas Aisyiyah pada Ahad (14/05).


Selain itu, fakta yang memprihatinkan lainnya ialah pertumbuhan masjid semakin pesat namun jumlah jamaah semakin menurun. Hampir di setiap desa ada belasan masjid, namun susah mencari masjid yang benar-benar dipenuhi jamaah, terutama di kalangan remaja dan pemuda.


“Pertumbuhan masjid di Indonesia ini begitu pesat. Dulu satu desa, satu masjid. Sekarang luar biasa bisa, satu desa, ada belasan masjid. Namun sayangnya jumlah jamaah terus menurun, terutama remaja dan pemuda,” ucap Dahlan.


Dahlan kemudian menyarankan agar aktivis masjid melakukan pembinaan khusus, bagaimana agar pemuda dan remaja tertarik masuk masjid—minimal untuk salat berjamaah dan pengajian. 


Meski memasuki era digital, pengajian konvensional di masjid harus tetap dipertahankan. Pertemuan fisik dalam transfer ilmu tetap harus dilestarikan sekalipun banyak gempuran digitalisasi di berbagai bidang. Hal tersebut merupakan upaya untuk memakmurkan masjid.


“Saya setuju dengan pengembangan dakwah digital, tapi yang lama jangan ditinggalkan. Pertemuan fisik mungkin lebih efektif dalam penyebaran dakwah. Digitialisasi itu wajib tapi tidak serta merta meninggalkan kegiatan tatap muka di masjid,” saran Dahlan.


Menurut Dahlan, akreditasi masjid perlu dilakukan. Mendata jumlah masjid Muhammadiyah, mana yang aktif dan mana yang pasif. Masjid aktif ialah masjid yang dipenuhi jamaah tatkala salat dan memiliki program reguler. Perlu juga indikator-indikator masjid yang ideal, suci, sehat, dan ramai.***