Iklan

UMBandung

Iklan

UMBandung
,

Iklan

Eco Bhinneka Youth Camp 2023 Kalimantan Barat, Ajarkan Jadi Pemimpin Toleran!

Redaksi
Senin, 15 Mei 2023, 11:35 WIB Last Updated 2023-05-15T04:35:21Z


SINGKAWANG
- Tanggal 12-14 Mei 2023, bertempat di Hotel Dayang Resort Kota Singkawang, Kalimantan Barat, berlangsung kegiatan Eco Bhinneka Youth Camp. Kegiatan ini bertujuan memberikan pencerahan, semangat, dan motivasi kepada generasi lintas agama dan iman untuk mencintai alam, toleran serta memiliki pandangan luas tentang memimpin dan menjadi pemimpin. 


Secara resmi acara ini dibuka oleh Regional Manager Eco Bhinneka Muhammadiyah Kalimantan Barat, Octavia Shinta Aryani, setelah sebelumnya mendapat arahan dan sambutan dari Ketua PDM Kota Singkawang, H. Mukhaerifin. 


Kemudian dilanjutkan materi dari tokoh dan aktivis, Tjhai Chui Mie Walikota periode 2017-2022 dan Baharuddin Ketua FKUB Kota Singkawang. Mereka yang secara aktif berkontribusi menjadikan Kota Singkawang dalam kepemimpinannya sebagai kota toleran peringkat pertama sebanyak tiga kali se-Indonesia.  


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dihadiri oleh peserta pemuda-pemudi lintas agama dan penggiat lingkungan Kota Pontianak. Beberapa kegiatan misalnya praktik bekerjasama dan capacity building dengan outbound yang dipandu langsung oleh fasilitator Eco Bhineka Muhammadiyah Ahsan Jamet Hamidi yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris II LPCRM PP Muhammadiyah.


Selain itu, materi-materi pembentukan karakter kepemimpinan lintas agama dan budaya yang disampaikan tokoh-tokoh agama perwakilan majelis. Materi pengenalan Eco Bhinneka Muhammadiyah oleh Direktur Program Eco Bhinneka Hening Purwati Parlan. 


Dalam materinya Hening Purwati Parlan mengatakan bahwa Eco bhinneka Muhammadiyah adalah kegiatan dinamis melalui dialog keberagamaan untuk memperkuat kemampuan diri dan kelompok agar mampu bekerjasama, bersama-sama menjaga alam dan warisan budaya dalam bingkai kebhinekaan. 


"Bertemu langsung dengan identitas yang berbeda akan memberikan kita banyak pembelajaran, jangan dilihat pe bedaannya tetapi lihatlah kebaikan untuk dapat saling menginspirasi", paparnya. 


(Kontributor: Amalia Irfani, Mahasiswa Doktoral Sosiologi UMM)

Iklan