4 Variasi Lembaga Pendidikan di Masa Rasulullah

Notification

×

Iklan

Iklan

4 Variasi Lembaga Pendidikan di Masa Rasulullah

Senin, 04 Desember 2023 | 21:04 WIB Last Updated 2023-12-04T14:04:41Z


JAKARTA
-- Pendidikan memiliki arti penting bagi kehidupan manusia. Sebab, dengan pendidikan, manusia dapat terhindar dari kebodohan. Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul memiliki peran yang beragam untuk umatnya.


Mengutip pada buku Dinamika Lembaga Pendidikan Islam Klasik yang ditulis oleh Dr. Abuzar Al-Ghifari, Rasulullah SAW merupakan seorang guru bagi manusia. Sebagaimana yang dijelaskan oleh firman Allah SWT dalam surah Al-Jumu’ah ayat 2 sebagai berikut


"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah: 2)


Lembaga pendidkan Islam memiliki variasi dan mampu menjangkau lapisan masyarakat serta kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan. Baik ilmu agama maupun ilmu yang umum. Dengan adanya lembaga pendidikan Islam, maka seluruh lapisan masyarakat akan terlayani dengan pendidikan.


Menurut buku Manajemen Pendidikan Rasulullah yang ditulis oleh Dr. Murnii, M. Pd., dkk, di masa Rasulullah SAW terdapat beberapa lembaga sentral pendidikan. Lembaga sentral pendidikan tersebut sebagai berikut:


1. Dar al-Arqam


Pada awalnya, Rasulullah SAW mendidik umatnya secara sembunyi-sembunyi dan bertahap. Dimulai dari keluarga dekatnya. Menurut Abbas, lembaga pendidikan Islam pertama yang diselenggarakan pada tahap ini adalah lembaga pendidikan yang berada di Mekkah, yaitu rumah al Arqam bin Abi al arqam.


Dalam lembaga ini, Rasulullah SAW mengajar wahyu yang telah beliau terima kepada kaum muslim. Selain itu, Rasulullah SAW juga membimbing umatnya untuk menghafal, menghayati, dan mengamalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang Allah turunkan kepadanya.


2. Masjid


Setibanya Rasulullah SAW di Madinah, pertama kali yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah membangun masjid. Masjid tersebut berfungsi sebagai tempat ibadah dan penyebaran dakwah, pembelajaran ilmu Islam, pertemuan pemimpin-pemimpin Islam, dan lainnya.


Pusat pendidikan kaum muslim setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah adalah Masjid. Masjid pertama yang dijadikan lembaga pendidikan oleh Rasulullah SAW adalah masjid Quba. Sistem pendidikan yang diterapkan oleh Rasulullah SAW pada masjid yang dijadikan sebagai tempat penyebaran ilmu dan pengetahuan adalah halaqah.


3. Al-Suffah


Ruang atau bangunan yang bersambung dengan masjid disebut dengan Al-Suffah. Salah satu masjid yang memiliki sufffah adalah Masjid Nabawi. Lembaga ini digunakan oleh para sahabat sebagai semacam asrama. Menurut Sebagian ahli, suffah dianggap sebagai universitas Islam pertama (The first Islamic university)


4. Al-Kuttab


Al-Kuttab adalah sejenis tempat belajar yang mula-mula lahir di dunia Islam. Pada awalnya, kuttab memiliki fungsi sebagai tempat yang memberikan ilmu membaca dan menulis untuk anak-anak.


Tujuan dari didirikannya Al-Kuttab adalah untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak. Kurikulum yang diajarkan dalam Al-Kuttab adalah menulis dan membaca, menghafal Al-Qur’an, dan kaligrafi. Pendidikan di Al-Kuttab adalah pendidikan dasar yang mencakup seperti TPA/TQA, TK/RA, hingga SD/MI. Tetapi, waktu kelulusan setiap anak tidak lah pada jangka waktu yang sama.


Sistem pendidikan pada masa Rasulullah SAW yang telah diaplikasikan lewat lembaga-lembaga pendidikan Islam tersebut belum mengeluarkan pengakuan kelulusan, seperti gelar atau pun ijazah. Tetapi, nilai tertinggi para murid Rasulullah SAW terletak pada ketaqwaan.


Kaitannya dengan takwa kepada Allah SWT merupakan sebuah output dari sistem pendidikan pada masa Rasulullah SAW. Dengan ilmu tersebut, sistem pendidikan yang dikembangkan oleh para sahabat secara lebih lanjut lahirlah generasi yang dikenal sebagai Salaf al shalih atau generasi Islam terbaik.***