Iklan

Iklan

,

Iklan

Bergandeng Tangan untuk Muhammadiyah

Redaksi
Senin, 19 Juni 2023, 09:07 WIB Last Updated 2023-06-19T02:07:05Z


Oleh: Dr. Iu Rusliana, M.Si,
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat


BANDUNG — Di antara gemerlapnya kemajuan, selalu ada bayang gelap kemunduran. Begitulah tesisnya dan para kader harus menyadari betul kondisi ini.


Kita pasti bangga dan bahagia, datang ke berbagai acara. Memberikan sambutan, naik podium dan lalu senyum tebar pesona. Setelah itu difoto, lalu disebarluaskan melalui media sosial dan media massa sebagai bagian dari ungkapan syukur dan syiar gerakan.


Gerakan dakwah persyarikatan tak boleh hanya sekedar itu. Kamuflase hanya akan meruntuhkan. Esensi dan strategi gerakan, tampilan fisik serta perayaan dakwah harus beriringan.


Rencanakan kebaikan, kolaborasikan kekuatan, dan bergeraklah dengan bergandengan tangan penuh kegembiraan. Lipatgandakan amal saleh dan manfaat amal usaha sebagai ujung tombak dakwah bagi sesama.


Jangan pernah berdiam diri dalam kebanggaan. Lakukan evaluasi bersama secara objektif. Bergerak melalukan tindak lanjut. Rencanakan lagi dan bergeraklah untuk memajukan.


Jangan bingkaikan kedengkian dalam evaluasi perbaikan. Perbaiki niat demi kemajuan. Seperti yang diingatkan Kiai Haji Ahmad Dahlan, mereka yang berilmu dan beramal saleh masih takut masuk neraka, kecuali yang ikhlas.


Menjadi pimpinan dan kader adalah amanah. Ada tugas dan tanggung jawab yang berat yang akan dipertanggungjawabkan. Hidup sepenuhnya bernapaskan pengabdian dan kepada Tuhan kita memohon pertolongan.


Pada gedung megah amal usaha persyarikatan itu ada kesalehan dan kebaikan tercatatkan. Tak akan tertukar, itu janjinya Tuhan. Niat dan amal kemajuan akan terlipatgandakan. Tak hanya di dunia ini, tapi mengalirlah kebaikan itu hingga keabadian.


Hanya saja bersedialah berbagi dengan sesama kader. Jangan sampai amal usaha tak ada kemajuan karena kebaikan yang dimonopoli pola kekeluargaan. Setelah orang tua, ke anak, lalu cucunya. Jika amal usaha berkembang pesat tidaklah apa, tapi jika hanya diam di tempat, rasanya sungguh menyedihkan.


Ada keringat, cucuran air mata, pengorbanan tenaga, pikiran, dan materi dari setiap kemajuan. Tidak ada hasil duduk manis, apalagi bermalas-malasan. Hanya mereka yang mengabdikan diri pada kebaikan, akan mengerti pentingnya ketulusan dan berlipatgandanya kemanfaatan.


Memberi, berbagi, beraksi, bermanfaat. Itulah elan vital, ruh gerakan Muhammadiyah. Hidup hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.


Kalau ada program, kadang menggunakan “ilmu rinyuh.” Pelan-pelan bersama, bertahap, membangun, dan pasti jadi. Di ranting, cabang, dan daerah, begitulah cara mereka berkembang. Ada semangat kebersamaan dan kebanggaan. Ada dakwah dan kekuatan pelayanan.


Mari untuk tidak pernah berpuas diri dengan kemasyhuran. Bersiaplah melawati berbagai tantangan abad kedua yang akan datang menghadang. Susun strategi-aksi, bergandengan tangan menghimpun energi dan bergerak nyatalah untuk organisasi.


Kita mungkin senang dengan tepuk tangan sebuah perayaan. Peletakan batu pertama, perayaan wisuda, pembukaan acara, dan sejumlah kemeriahan yang membanggakan.


Namun, jangan terninabobokan. Tetaplah waspada akan angin perubahan. Kalau sepoi-sepoi mah membuat tertidur, yang khawatir datang puting beliung dan tornado yang menghempaskan.


Semua pimpinan dan kader, mari rapatkan barisan. Abaikan sisa-sisa dinamika forum permusyawaratan atau rapat-rapat harian yang kerap saling bersitegang. Selesai diputuskan, mari bersama tuntaskan amanat organisasi demi kemajuan. Hindari sekedar rebutan kue kekuasaan di amal usaha persyarikatan.


Organisasi ini harus kita jaga dan rawat bersama. Mari kita jawab keraguan bahwa di Muhammadiyah, pelapukan organisasi hanya sekedar kekhawatiran. Lapuk dan usang itu kalau tidak dirawat dengan hati senang.


Semuanya gembira dan sangat membanggakan menjadi kader Muhammadiyah. Mari terus berdinamika, bergerak bersama memberdayakan-mencerahkan-memajukan.


Sebagaimana ditegaskan dalam poin 1 Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, bidang kehidupan organisasi. Bahwa persyarikatan Muhammadiyah merupakan amanat umat yang didirikan dan dirintis oleh KH Ahmad Dahlan untuk kepentingan menjunjung tinggi dan menegakkan agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.


Karena itu menjadi tanggung jawab seluruh warga dan lebih-lebih pimpinan Muhammadiyah di berbagai tingkatan dan bagian untuk benar-benar menjadikan organisasi (persyarikatan) sebagai gerakan dakwah Islam yang kuat dan unggul dalam berbagai bidang kehidupan. Bismillaahi Tawakkaltu ‘Alallaahi.***

Iklan