Muhammadiyah Senior Center, Integrasi Persyarikatan Ramah Lansia

Notification

×

Iklan

Iklan

Muhammadiyah Senior Center, Integrasi Persyarikatan Ramah Lansia

Senin, 24 Juli 2023 | 09:34 WIB Last Updated 2023-07-24T02:34:24Z


MALANG
— Ketua Majelis PKU Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Malang Dr. Sri Soenarti menyoroti pentingnya menghadapi proses penuaan dengan berbagai upaya untuk mencapai penuaan yang sehat dan sukses. Dalam pandangannya, proses penuaan adalah bagian dari kehidupan yang harus dihadapi dengan bijaksana dan persiapan yang matang.


“Proses menjadi tua juga hendaknya jangan dipandang sebagai sesuatu yang buruk, meskipun segala sesuatu secara manusiawi perlu disiapkan. Orang tua yang memiliki pengalaman hidup hendaknya difungsikan sebagai guru atau penasehat dalam banyak hal,” ujar dr. Sri Soenarti dalam Seminar Rakernas Tarjih pada Sabtu (22/7/2023).


Dalam menjalani penuaan yang sehat, aktifitas fisik yang teratur menjadi kunci penting untuk menunjang kesehatan lansia. Aktifitas fisik yang rutin dapat mengurangi risiko berbagai penyakit, seperti kanker, diabetes mellitus, hipertensi, depresi, dan gangguan kognitif. 


“Proses penuaan yang ditandai oleh penurunan beberapa fungsi organ dan anggota gerak tubuh dapat dihambat lajunya dengan aktifitas fisik dan olahraga,” lanjut dr. Sri Soenarti.


Selain itu, pemenuhan kebutuhan psikologis juga merupakan hal penting dalam menghadapi proses penuaan. Lansia yang dapat beradaptasi dengan diri dan lingkungannya dengan baik akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan lansia yang kesulitan dalam menerima diri dan lingkungan. 


“Pendekatan konseling dan finansial diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan psikologis yang dihadapi oleh lansia,” tambahnya.


Dr. Sri Soenarti juga menyoroti peran partisipasi dalam aktifitas sosial dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Lansia yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dapat mengembangkan jaringan sosial dan berintegrasi, sehingga dapat mencegah isolasi diri yang berpotensi menyebabkan depresi dan kesepian.


Tak hanya itu, aspek ekonomi juga menjadi penentu kualitas hidup lansia. Pada kondisi keterbatasan fisik dalam bekerja dan tabungan yang terbatas, pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari menjadi tantangan bagi sebagian lansia. 


“Faktor sosial ekonomi sering dikaitkan dengan pekerjaan utama individu, latar belakang pendidikan, dan situasi keuangan terutama pada usia dibawah 60 tahun,” paparnya.


Dr. Sri Soenarti menyatakan bahwa upaya memberdayakan lansia menjadi peran penting bagi pemerintah. Pendidikan dan dukungan pada lansia yang memiliki disabilitas serta tinggal di daerah dengan kurangnya dukungan sosial menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.


Terkait dengan kesehatan lansia, dr. Sri Soenarti menegaskan bahwa berbagai masalah fisik, mental, dan kognitif pada lansia harus diusahakan bersama. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui perawatan dan dukungan baik secara institusional maupun komunitas.


Dalam pandangan dr. Sri Soenarti, orang tua yang telah mencapai usia lansia memiliki keistimewaan tersendiri. Ia menekankan pentingnya memberikan penghargaan dan penghormatan pada lansia, karena kebijaksanaan dan pengalaman hidup yang dimiliki oleh lansia dapat memberikan banyak manfaat bagi generasi muda.


“Predikat orang tua dengan keistimewaan memiliki kunci surga, dimana orang muda meminta doa dan restu untuk keselamatan dan kesuksesan. Sungguh hal ini merupakan privilege yang diberikan Allah pada lansia,” ucap dr. Sri Soenarti.


Muhammadiyah dan Senior Center


Dr. Sri Soenarti berpendapat bahwa Muhammadiyah perlu menjadi “senior center” atau pusat layanan bagi kaum lansia, dengan menyediakan berbagai fasilitas dan layanan yang dibutuhkan oleh mereka. 


Dalam konsep ini, Muhammadiyah dapat menciptakan perumahan khusus yang terintegrasi dengan berbagai layanan, termasuk perumahan, nutrisi, hukum, taman dan tempat olahraga, layanan kesehatan, layanan sosial, tempat spiritual, transportasi, dan layanan perawatan harian untuk lansia.


“Dalam konsep ini, semua layanan tersebut akan saling terhubung dan terintegrasi sehingga jika terjadi keadaan darurat, setiap layanan bisa mudah diakses dan siap untuk memberikan pelayanan yang dibutuhkan,” jelas dr. Sri Soenarti.


Pusat layanan untuk kaum lansia ini dapat menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi mereka, di mana kebutuhan fisik, mental, dan sosial mereka terpenuhi dengan baik. Di dalamnya, lansia dapat tinggal di lingkungan yang mendukung, dengan fasilitas-fasilitas yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.


“Dengan adanya pusat layanan ini, kaum lansia dapat memiliki akses mudah dan lengkap untuk berbagai fasilitas dan layanan yang dibutuhkan, tanpa harus mencari di berbagai tempat yang berbeda. Ini akan membantu meningkatkan kualitas hidup mereka dan memberikan rasa aman serta kenyamanan,” tambah dr. Sri Soenarti.


Selain itu, pusat layanan ini juga dapat menjadi tempat untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual di antara para lansia. Mereka dapat berinteraksi dengan sesama lansia, berbagi pengalaman, dan bersama-sama menemukan makna dalam kehidupan mereka.


Muhammadiyah sebagai organisasi dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat dapat memberikan pendekatan yang holistik dan peduli terhadap kaum lansia. Dengan menciptakan “senior center” yang terintegrasi, Muhammadiyah dapat memberikan peran penting dalam mendukung kaum lansia untuk menjalani penuaan yang sehat, bahagia, dan bermakna.*** (mhmd)