Iklan

Iklan

,

Iklan

Ketua PWPM Jabar Ajak Pemuda Muhammadiyah Jadi Kader Inklusif

Redaksi
Kamis, 23 Mei 2024, 18:52 WIB Last Updated 2024-05-23T11:52:44Z


BANDUNG —
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat menggelar rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) pada Kamis (23/05/2024) di Grand Hotel Preanger Kota Bandung. Acara ini diikuti puluhan peserta dari perwakilan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) se-Jawa Barat.


Hadir dalam acara ini Sekjen Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Ketua PWM Jawa Barat, Ketua PWA Jawa Barat, Perwakilan Polda Jawa Barat, serta tamu undangan lainnya. Rapimwil ini mengangkat tema "Konsolidasi Organisasi untuk Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat yang Moderat, Berdikari, dan Kolaborasi".


Dalam sambutan pembuka, Ketua PWPM Jawa Barat Reza Arfah menyoroti berbagai permasalahan bangsa, salah satunya disrupsi digital. ”Saat ini kehadiran starlink milik Elon Musk di Indonesia khususnya Jawa Barat akan menjadi ancaman dan tantangan sendiri dalam dunia data. Artinya, siapa yang menguasai data, mereka yang jadi pemenangnya,” ucap Reza.


Atas berbagai permasalahan bangsa, Reza mengajak para anggota Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat agar menjadi kader yang inklusif. "Organisasi Pemuda Muhammadiyah ini menjadi tempat bagi para kader dalam mewujudkan peran kemajuan bangsa,” ujar Reza.


Ia menegaskan bahwa kader Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat merupakan masyarakat yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah dan akademis. "Ingat, teman-teman adalah masyarakat ilmu yang segala sesuatu itu harus didasarkan secara akademis,” kata Reza.


Melindungi kehidupan


Menanggapi hal yang sama, Sekjen Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Najih Prasetyo mengatakan bahwa kader Pemuda Muhammadiyah berperan sebagai khalifah yang melindungi dan memperpanjang kehidupan manusia di muka bumi. ”Tanggung jawab ini menjadi fitrah yang dicita-citakan Pemuda Muhammadiyah saat menjalankan roda organisasi,” kata Najih.


Maka dari itu, dirinya berharap para kader Pemuda Muhammadiyah bisa mengimplementasikan ruang kolaborasi di luar organisasi dalam rangka memanifestasikan pemahaman Persyarikatan. ”Etika kolaborasi menjadi varian penting untuk menggapai masa depan yang lebih baik,” tandas Najih.


Pelangsung organisasi


Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Ahmad Dahlan sangat mengapresiasi dan mendukung atas penyelenggaraan Rapimwil PWPM Jawa Barat ini.


Menurut Ahmad Dahlan, Pemuda Muhammadiyah merupakan Ortom pelangsung organisasi dalam melaksanakan dakwah Muhammadiyah khususnya di Jawa Barat. ”Semoga Pemuda Muhammadiyah bisa terasa kehadirannya dan menjadi bagian penting bagi masyarakat ataupun pemerintah,” ungkap Ahmad Dahlan.


Oleh karena itu, dirinya berharap dari Rapimwil ini bisa melahirkan kader-kader yang bisa mengemban visi dari PWPM. ”Visinya tentu harus senada dengan visi Muhammadiyah yaitu memajukan dan mencerahkan Indonesia,” pungkas Ahmad Dahlan.***(FK)

Iklan

UMBandung