Iklan

Iklan

,

Iklan

Hukum Perubahan Hidup

Redaksi
Sabtu, 15 Juni 2024, 09:51 WIB Last Updated 2024-06-15T02:51:41Z


BANDUNG -- Dulu ada seorang filsuf Yunani bernama Herakleitos. Kata-katanya yang cukup terkenal hingga sekarang ialah "Kita tidak akan pernah masuk dua kali pada sungai yang sama". Hal ini berarti bahwa kehidupan itu selalu berubah dan senantiasa bergerak. Sebagaimana air ataupun lingkungan sungai yang senantiasa berubah.


Contoh sederhananya adalah pertumbuhan sel-sel yang ada di dalam tubuh kita. Sel-sel yang baru tumbuh bergabung dengan sel-sel yang lama membentuk tubuh kita yang baru. Bahkan sama sekali mengganti sel-sel yang telah lama mati. Sehingga bentuk fisik kita terus berubah sepanjang waktu. Diri kita yang kemarin berbeda dari diri kita yang saat ini. 


Perubahan ada dalam diri kita (mikrokosmik) juga ada dalam alam semesta (makrokosmik). Perubahan dalam diri kita itu meliputi perubahan fisik, sudut pandang, arah hidup, kebiasaan, jejaring dan kedekatan serta mental dan perilaku. Juga mencakup perubahan-perubahan lainnya.


Kita tidak pernah dua kali  masuk ke sungai yang sama, lantaran air sungai dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya memang telah berubah meskipun sekilas sama saja. Pernyataan ini bisa dijadikan sebagian dari prinsip hidup kita. Sehingga kita bisa menoleransi sesuatu yang memang suatu waktu dapat berubah. Sebab ingat! kita tidak akan pernah masuk dua kali ke sungai yang sama.


Beberapa perubahan yang telah terjadi ada baiknya untuk disikapi secara baik. Prinsip filsuf Yunani di atas bisa menjadi bekal yang bagus untuk beberapa hal. Contoh sederhananya adalah perubahan hubungan pertemanan. Dulu si A katakanlah adalah sobat karibnya si B. Namun sekarang mereka terasa sangat berjauhan. Tidak terjalin sedetikpun komunikasi karena terhalang jarak dan waktu. Atau lantaran ada konflik pribadi yang tak kunjung selesai. 


Mungkinkah ada upaya untuk mengakrabkan kembali pertemanan tersebut? Sangat mungkin, namun tetap rasanya akan berbeda. Tidak sama seperti hubungan mereka sebelum sebelumnya. 


Di sinilah saatnya kita harus mengerti bahwa perubahan itu ada dan nyata. Maka sikapilah hal itu dengan baik. Begitupun dengan keakraban kita pada orang-orang yang kita kenal kemarin hari. Mereka memang telah berubah, begitupun dengan kita, BERUBAH.


Sikap yang perlu dikedepankan adalah bersyukur bila hubungan itu semakin membaik. Juga ikhlas, sabar dan toleran bila keakraban ataupun komunikasi itu dalam kondisi tidak baik ataupun terhalang jarak. Ingat prinsip Herakleitos, kita tidak akan pernah masuk dua kali pada sungai yang sama. 


Tambah satu lagi, beberapa perubahan ada kalanya memang harus direlakan!


Penulis: Rafi Tajdidul Haq

Tulisan Refleksi, 14 Juni 2024.

Iklan

UMBandung